gop-crypto.vip

Tak Hanya Anak, Ibu Perlu Jaga Kesehatan Mental agar Tak Mudah Burnout

Jakarta -

Menjadi seorang ibu merupakan perjalanan yang penuh kebahagiaan sekaligus tantangan. Tak sedikit ibu yang kini menjalani peran ganda, mulai dari mengasuh anak, mengurus rumah tangga, hingga bekerja atau menjalankan usaha.

Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, kesehatan mental kerap menjadi hal yang terlupakan. Padahal, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Morinaga Door Of Future 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab' menyajikan sebuah talkshow bertajuk 'Bertumbuh Bersama Anak, Bertumbuh Sebagai Orang Tua' yang membahas bagaimana cara ibu untuk tetap 'sehat mental' di tengah banyaknya tekanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Psikolog klinis anak Ni Ketut Desi Ariani, S.Psi., M.Psi Psikolog mengatakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental dari ibu adalah dengan membiarkan segala emosi itu masuk ke dalam diri.

"Wajar ketika ibu merasa 'duh ini keputusan yang bener nggak ya?' 'Ini aku terlalu menjaga anak aku nggak ya?'. Banyak banget emosinya, nggak cuma emosi bahagia, emosi lelah, emosi khawatir, apalagi mungkin ada banyak hal yang mungkin mereka pikirkan di luar," kata Desi dalam sesi talkshow, Sabtu (25/7/2026).

"Ketika respons emosi-emosi itu muncul dan banyak, itu nggak masalah. Aku sering mengistilahkan, kalau emosi-emosi ini seperti tamu. Emosi kita ini, nyaman atau tidak nyaman, sama seperti tamu tadi, itu harus diizinkan masuk," sambungnya.

Desi juga menambahkan bahwa masih banyak kliennya yang seorang ibu, masih sering membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain atau mempersoalkan pandangan dari luar. Padahal, ini akan menjadi 'penyakit' dalam kesehatan mental.

"Aduh ini ekspektasi orang-orang gimana ya? Ekspektasi mungkin netizen gimana ya? Ada banyak yang terjadi, di alam bawah sadar kita, yang kita nggak sadar, mungkin masalah ekonomi, mungkin ekspektasi anak harus ini, harus itu," katanya.

"Tapi ketika itu terjadi, kita balik lagi 'oh iya ini lagi banyak yang kita pikirin'. Apalagi sebagai orang tua, di mana kita sebelumnya anak juga dari seseorang," katanya.

Menurut Desi, orang tua itu tidak dituntut untuk menjadi sempurna. Namun, menjadi orang tua yang hadir dan membuat situasi jadi aman.

(dpy/up)