gop-crypto.vip

Tak Bisa Minum Susu Sapi? Ini 5 Alternatif Susu yang Cocok buat Kopi

Jakarta -

Beberapa orang mungkin lebih bisa menikmati kopi yang diracik bersama tambahan susu. Namun, jika tidak bisa minum susu sapi, bisa ganti ke 5 produk ini.

Kopi biasanya tidak diminum begitu saja. Sebagian orang lebih menyukai ketika kopinya dipadukan dengan susu atau bahan tambahan lainnya. Susu menciptakan tekstur dan rasa lebih lembut dan tidak terlalu pahit di lidah.

Racikan kopi susu ini umumnya dinikmati oleh mereka yang tidak terbiasa dengan kopi terlalu pekat. Tetapi banyak juga diminum oleh kalangan yang punya masalah lambung sensitif atau memerlukan tambahan energi dan nutrisi seperti kalsium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebanyakan orang mencampur kopi dengan susu dairy atau susu sapi. Namun, sebagian mungkin memiliki masalah intoleransi laktosa, sedang ingin diet kalori, atau memang ingin mencari sensasi rasa unik dan gurih.

Kalau kondisinya seperti itu, kamu bisa mengganti susu dairy ke susu non-dairy atau alternatif campuran lain. Dilansir dari nescafe.com (19/8), berikut daftar alternatif campuran kopi selain susu dairy!

1. Susu oat

Manfaat Oat Milk, Susu Nabati yang Tengah Naik DaunSusu oat termasuk salah satu alternatif terbaik pengganti susu sapi. Foto: Getty Images/iStockphoto/YelenaYemchuk

Susu oat merupakan pengganti yang populer saat ini. Bahkan disebut-sebut menjadi mengganti susu dairy terbaik untuk kopi.

Banyak yang berpendapat bahwa susu oat hampir identik dengan susu sapi asli meskipun ada rasa oat yang khas. Susu ini dibuat dari campuran gandum utuh atau oat dan air yang dihaluskan, lalu disaring untuk diambil cairan putihnya.

Secara rasa, susu ini gurih alami. Teksturnya juga disukai karena kental atau creamy sehingga bisa menghasilkan busa yang banyak. Menjadikannya sempurna untuk campuran kopi, seperti latte atau cappuccino.

Susu oat juga relatif lebih rendah lemak tetapi kandungan proteinnya masih ada. Rata-rata dalam 240 ml susu oat terkandung sekitar 3-5 gram lemak dan 3 gram protein.

2. Susu almond

Ilustrasi Susu AlmondSusu almond juga bisa dipilih, meski mungkin rasa kacang khas tidak begitu cocok bagi semua orang. Foto: Getty Images/iStockphoto/sutlafk

Susu almond juga tak kalah populer. Namun, rasanya memang sedikit unik dibandingkan susu sapi. Susu ini dibuat dari campuran kacang almond dan air yang disaring. Rasanya cenderung gurih ringan dengan aroma kacang yang khas. Tekstur susu almond juga cenderung cair dan sedikit creamy

Karena ada rasa almond yang khas, susu ini lebih cocok dipadukan dengan biji kopi disangrai ringan dengan tingkat keasaman rendah. Jika tidak dipadukan dengan kopi ini, rasanya bisa terlalu pahit dan rentan menggumpal.

Dari sisi gizi, susu almond rendah kalori tetapi sayangnya rendah protein juga. Dalam gelas ukuran 240-250 ml susu almond, terkandung sekitar 1 gram protein hingga 30-40 kalori.

3. Coconut milk

Coconut MilkAda juga coconut milk bagi mereka yang suka rasa kelapa. Foto: iStock

Coconut milk merupakan cairan berwarna putih yang diambil dari perasan daging kelapa tua yang diparut. Di Indonesia, coconut milk sering disebut sebagai santan. Namun, standar internasional atau produk komersial sering kali merujuk pada santan encer atau susu nabati yang dipakai untuk menjadi pengganti susu sapi.

Susu ini ideal bagi mereka yang mencari cita rasa sedikit lebih eskotis pada kopi mereka. Jika suka rasa kelapa, pilihan ini juga sangat cocok. Namun, rasanya bisa cukup dominan, sehingga tidak cocok untuk semua orang.

Konsistensi coconut milk sangat kental dan lembut, sehingga tidak akan membuat kopi menjadi encer.

Kandungan kalori dalam coconut milk tergantung dari kekentalannya. Untuk yang murni mengandung sekitar 330 kalori dan 3,6 gram protein. Untuk coconut milk kemasan karton biasanya mengandung 30-70 kalori dengan 0-0,5 gram protein karena sudah banyak dicampur air.

4. Rice milk

Jenis susu nabati satu ini juga bisa menjadi alternatif susu dairy. Menjadi pilihan yang bagus, terutama bagi mereka yang alergi dengan kacang atau kedelai.

Susu beras atau rice milk terbuat dari beras yang digiling atau dibakar bersama air, lalu disaring cairannya.

Rasanya cukup ringan dan netral, sehingga cocok dicampur dengan kopi. Namun, susu beras cenderung cair daripada susu lainnya, sehingga bisa membuat kopi terlalu encer.

Ini juga menjadi penyebab kenapa susu beras tidak cocok untuk membuat kopi yang berbusa.

Meskipun rasanya cocok dengan kopi, banyak yang menghindari karena kurangnya protein di dalam susu beras. Kandungan proteinnya per gelas kurang dari satu gram atau hanya 0,3 gram per 100 ml. Kadar lemaknya juga rendah sekitar 1-2,5 gram per gelas.

5. Susu kacang mete

Susu kacang mete dikenal sebagai salah satu jenis susu nabati yang paling tidak beraroma kacang. Susu ini juga disukai karena rasanya lebih netral dengan tekstur lembut.

Oleh karena itu, susu mete cocok dipadukan dengan kopi karena tidak akan mengalahkan rasa asli dan pekat dari kopi. Namun, campuran susu mete menghasilkan busa dan gelembung lebih besar jika terlalu lama dikukus, menghasilkan tekstur busa seperti sabun.

Kandungan lemak dan protein di dalam susu mete cukup besar. Dalam satu cangkir 236 ml, terkandung sekitar 1 - 5 gram protein dan 2 hingga 11 gram lemak. Namun, sebagian besar lemaknya disebut-sebut menyehatkan jantung.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)