Tagana Pangandaran: 625.000 liter air didistribusikan membantu warga - ANTARA News Jawa Barat
Pangandaran (ANTARA) - Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mencatat sudah 625.000 liter air bersih didistribusikan untuk membantu warga yang kesulitan air karena daerah itu dilanda kekeringan dampak musim kemarau.
"Total suplai air bersih dari tanggal 12 Agustus hingga 9 September 2026 sebanyak 625.000 liter, hingga laporan ini diturunkan suplai air masih berjalan," kata Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana di Pangandaran, Rabu.
Ia menuturkan, musim kemarau telah menyebabkan kekeringan pada sumber air masyarakat seperti sumur, mata air, maupun aliran sungai yang debitnya semakin menyusut.
Kondisi tersebut, kata dia, menyebabkan warga kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, dan selama ini warga yang ingin mendapatkan air harus mengambil ke sumber air yang masih tersedia dengan jarak cukup jauh.
"Biasanya ambil air ke sungai, karena sumur-sumur warga kering," katanya.
Ia menyampaikan, persoalan masyarakat tersebut menjadi perhatian Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi lainnya untuk bergerak bersama membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Tagana Pangandaran, kata dia, dengan bantuan pinjam pakai mobil tangki air dari Kementerian Sosial setiap hari bergerak mendistribusikan air bersih untuk masyarakat yang daerahnya dilanda kekeringan.
"Alhamdulillah, kita cari sumber air terdekat dari mata air. Dalam pendistribusian air ini Tagana dibantu koordinasi dengan pemerintah desa setempat," katanya.
Ia menyampaikan, selama musim kemarau jajaran Tagana Pangandaran mendistribusikan air bersih sesuai dengan permintaan warga desa yang daerahnya dilanda kekeringan.
Setiap harinya, kata dia, selalu ada permintaan warga untuk mendistribusikan air, dan setiap harinya Tagana Pangandaran hanya mampu empat kali pendistribusian air menggunakan truk tangki air kapasitas 5.000 liter.
"Laporan permintaan ada terus, jadi antrian, kita terus jalan tiap hari, rata-rata 20 ribu liter per hari, empat kali isi," katanya.
Tagana Pangandaran mencatat daerah yang dilanda kekeringan dan mendapatkan pasokan air yakni sejumlah desa di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Cigugur, dan Sidamulih.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.