Suyudi Sebut Kritik dari Publik Penting untuk Pembenahan Polri
Jakarta, CNN Indonesia --
Calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menegaskan kritik publik terhadap institusi ini harus menjadi alarm untuk membenahi Polri.
Pernyataan itu disampaikan Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/10).
"Kritik dan keluhan dari publik pasti kita terima. Bagi saya, hal itu bukan sesuatu yang harus ditutupi," kata Suyudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
- Puan: Insya Allah Setelah Zuhur Calon Kapolri Segera Dilantik Presiden
- Resmi Disetujui, Suyudi Jadi Calon Tunggal Kapolri Pengganti Listyo
- Calon Kapolri Suyudi Ario Seto Punya Harta Rp5,8 Miliar
Suyudi lalu berujar: "Kritik yang berbasis fakta adalah sistem peringatan dini agar institusi mengetahui bagaimana yang harus segera diperbaiki."
Di kesempatan itu, Suyudi juga menyinggung Komisi Percepatan Reformasi Polri yang sudah dibentuk bisa menjadi momentum penting untuk mempercepat pembenahan.
"Tujuannya bukan melemahkan Polri, melainkan memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, kualitas pelayanan, serta kedekatan Polri dengan masyarakat," ujar Suyudi.
Suyudi lantas berjanji jika disetujui menjadi Kapolri, dia akan melanjutkan pembenahan dengan keberanian melihat kekurangan institusi secara utuh.
Suyudi menjalani fit and proper test sebagai Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Seluruh anggota Komisi III yang mewakili delapan fraksi di DPR menyetujui nama Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri.
Usai disetujui dalam fit and proper test, nama Suyudi selanjutnya dibawa ke Paripurna DPR untuk disahkan. Nantinya, Presiden akan langsung melantik bersamaan dengan reshuffle yang digelar hari ini.
"Dan insya Allah supaya tidak terjadi kekosongan, nanti setelah penetapan ini saya tandatangani sebagai Ketua DPR dan saya kirimkan ke bapak Presiden, insya Allah setelah zuhur calon Kapolri [Suyudi] akan segera dilantik oleh bapak Presiden," ujar Ketua DPR, Puan Maharani, saat memimpin rapat Paripurna DPR.
Suyudi merupakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025. Dia sebelumya pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, dan Wakapolda Metro Jaya.
(isa/har)