gop-crypto.vip

Susu Tertinggal dan Celana Basah Bung Hatta di Rengasdengklok

Sekitar pukul 12.30, Hatta meminta Sukarni datang.

Ia ingin mengetahui apakah rencana para pemuda di Jakarta benar-benar berjalan.

"Sukarni, revolusi yang akan mulai pukul 12 siang hari sudah dimulai? Apakah 15 ribu rakyat itu sudah masuk ke kota?"

"Saya belum dapat kabar soal itu, Bung."

Hatta kemudian meminta Sukarni menghubungi teman-temannya di Jakarta.

Sekitar satu jam kemudian, Sukarni kembali dengan jawaban yang sama. Tidak ada kabar dari Jakarta.

Hatta pun mempertanyakan keberadaan mereka di Rengasdengklok.

"Jika begitu, revolusi sudah gagal. Buat apa kami di sini bila di Jakarta tidak terjadi apa-apa?!"

Sukarni tidak banyak menjawab dan meninggalkan ruangan.

Sementara itu, Guntur telah kembali tenang setelah seorang pemuda membawakan susu.

Sukarno, Hatta, dan Fatmawati hanya menunggu sambil berbincang. Di Jakarta, persoalan mereka belum selesai.

Subardjo Datang Menjemput

Pada pagi 16 Agustus 1945 sekitar pukul 08.00, Soediro, staf pribadi Ahmad Subardjo, datang ke rumah atasannya di Jalan Cikini Raya 82.

Dengan gugup, ia membawa kabar bahwa Sukarno dan Hatta telah dibawa para pemuda.

"Mereka telah menculik keduanya."

"Keduanya siapa?" tanya Subardjo.

"Sukarno dan Hatta."

Subardjo yang merupakan anggota sekaligus penasihat PPKI segera mencari tahu keberadaan keduanya. Ia juga melaporkan situasi tersebut kepada Laksamana Muda Tadashi Maeda, perwira penghubung Angkatan Laut Jepang di Jakarta.

Subardjo kemudian menemui Wikana di kantor Jalan Prapatan 59.

"Apa yang telah kamu perbuat terhadap Sukarno dan Hatta?" tanya Subardjo.

Wikana menjelaskan bahwa tindakan itu merupakan keputusan bersama para pemuda.

"Hal itu merupakan keputusan kami dalam pertemuan semalam. Untuk keselamatan mereka, kami membawa ke sebuah tempat di luar Jakarta," kata Wikana.

Subardjo terus mendesak agar lokasi Sukarno dan Hatta diberitahukan.

Setelah melalui perundingan, akhirnya diketahui bahwa keduanya berada di Rengasdengklok.

Subardjo berangkat menjelang sore untuk menjemput.

Kali ini para pemuda tidak menolak. Terlebih setelah Subardjo membawa kabar bahwa Jepang telah resmi menyerah kepada Sekutu.

Pada Kamis 16 Agustus sekitar pukul 21.00, Sukarno dan Hatta akhirnya kembali ke Jakarta.