gop-crypto.vip

Sudah Bayar Tiket Konser tapi Gagal Masuk? Waspadai Modus Palsu yang Makin Beragam

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30 WIB

VIVA – Membeli tiket konser secara online memang semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan pelaku penipuan untuk menawarkan tiket palsu, tiket yang tidak pernah ada, hingga tautan pembayaran yang menyerupai situs resmi.

Baca Juga

Kasus seperti ini dapat membuat calon penonton mengalami kerugian berlapis. Bukan hanya uang yang hilang, tetapi tiket yang sudah dibayar juga bisa gagal digunakan ketika pemeriksaan dilakukan di pintu masuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan mengenai penipuan tiket bukan tanpa alasan. Pemerintah Inggris melalui Home Office pada 2025 menyebut laporan Action Fraud mencatat sekitar 3.700 laporan penipuan tiket konser sepanjang 2024. Kerugian yang dilaporkan mencapai lebih dari 1,6 juta poundsterling, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hampir separuh laporan tersebut berkaitan dengan penawaran melalui media sosial.

Baca Juga

Modus Penipuan Tidak Hanya Tiket Palsu

Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah penjualan tiket melalui akun media sosial atau pesan pribadi. Pelaku dapat mengaku memiliki tiket karena tidak bisa menghadiri konser, kemudian menawarkan harga tertentu dan meminta calon pembeli melakukan pembayaran langsung.

Baca Juga

Masalahnya, tiket yang diberikan bisa saja palsu, sudah digunakan orang lain, atau bahkan tidak pernah benar-benar diterbitkan.

Pemerintah Inggris juga memperingatkan adanya pelaku yang membuat penawaran seolah-olah berasal dari perusahaan tiket resmi. Tampilan situs, akun media sosial, hingga komunikasi dengan calon korban dapat dibuat menyerupai layanan yang dikenal publik.

Modus lain adalah mengarahkan pembeli keluar dari platform pembayaran resmi. Setelah komunikasi berlangsung, korban diminta melakukan transfer langsung ke rekening pribadi atau menggunakan metode pembayaran tertentu.

Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat mengingatkan bahwa permintaan pembayaran melalui transfer bank, cryptocurrency, gift card, atau metode yang sulit dibatalkan merupakan salah satu tanda bahaya dalam penipuan.

Harga Murah Jangan Langsung Membuat Tergiur

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiket konser dengan permintaan tinggi menjadi sasaran menarik bagi penipu. Mereka dapat memanfaatkan rasa takut calon pembeli kehilangan kesempatan atau yang sering disebut fear of missing out.

Penawaran seperti “tinggal satu tiket”, “harus segera dijual”, atau harga jauh lebih murah dapat mendorong seseorang mengambil keputusan tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Halaman Selanjutnya

Citizens Advice di Inggris juga mengingatkan konsumen agar berhati-hati terhadap penawaran yang mendesak, harga yang terlalu murah, informasi tiket yang tidak jelas, maupun penjual yang meminta calon pembeli melanjutkan komunikasi secara pribadi.