SPLP bantu tingkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital menyampaikan bahwa Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) berperan penting dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Mira Tayyiba menjelaskan bahwa dalam digitalisasi sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos), SPLP berperan sebagai jembatan yang menghubungkan sistem dan data dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
"Melalui SPLP, pertukaran data dapat dilakukan secara otomatis, lebih cepat, dan ter-standar," kata Mira kepada ANTARA di Jakarta pada Kamis.
"Data tetap tersimpan dan dikelola oleh instansi pemiliknya. SPLP hanya menghubungkan data yang diperlukan sesuai kewenangan masing-masing instansi," katanya.
Dalam digitalisasi sistem Perlinsos, SPLP yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital membantu Portal Perlinsos yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial dalam memeriksa data calon penerima bantuan sosial dari beberapa sumber data.
Sebagai contoh, identitas calon penerima bantuan sosial dapat diperiksa menggunakan basis data kependudukan, status pekerjaan, kepemilikan kendaraan atau aset, penggunaan listrik, dan data peserta program jaminan sosial.
"Pemeriksaan silang tersebut membantu menemukan data ganda, identitas yang tidak sesuai, atau perubahan kondisi ekonomi yang belum tercatat," kata Mira.
"Dengan demikian, risiko bantuan diterima oleh masyarakat yang tidak memenuhi kriteria maupun masyarakat yang berhak tetapi belum terdaftar dapat dikurangi," ia menambahkan.
Jadi, interoperabilitas yang dihadirkan SPLP bisa membuat penyaluran bantuan sosial menjadi lebih efektif dan lebih tepat sasaran.
SPLP dinilai andal semasa uji coba digitalisasi Perlinsos. Ini antara lain terlihat dari kelancaran perluasan jangkauan program digitalisasi Perlinsos hingga mencakup 43 kabupaten dan kota.
Hingga 6 Agustus 2026, sistem tersebut tercatat telah membantu 2.568.486 kepala keluarga mendapatkan layanan bantuan sosial dengan akses utama melalui platform portal Perlinsos.
Baca juga: Menkomdigi: Teknologi integrasi data buat Perlinsos tepat sasaran
Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen untuk terus memperkuat SPLP agar sistem tersebut andal, aman diakses, dan stabil saat diterapkan di tingkat nasional.
"SPLP disiapkan agar kapasitas layanan dapat menyesuaikan ketika terjadi lonjakan akses secara bersamaan, tanpa mengganggu pertukaran data untuk layanan pemerintah lainnya," kata Mira.
Ia menyampaikan bahwa upaya untuk mengamankan pertukaran data antar-instansi juga diperkuat melalui kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pemerintah juga merancang penguatan sistem agar SPLP tetap dapat beroperasi walaupun ada gangguan pada salah satu layanan di instansi tertentu.
Mira meyakini manfaat digitalisasi Perlinsos bisa dioptimalkan dengan dukungan sistem yang kuat.
Ia berharap instansi-instansi yang basis datanya digunakan dalam program digitalisasi Perlinsos bisa melakukan pemutakhiran data secara berkala.
Dengan demikian, akurasi data penerima bantuan sosial bisa terjaga dan program bisa dijalankan secara optimal.
Baca juga: Menkomdigi: Kualitas data dan literasi publik fondasi digitalisasi bansos
Baca juga: Pemerintah sinkronisasi data K/L agar penyaluran bantuan tepat sasaran
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.