Spigen buka "Experience Store" pertama Indonesia di Surabaya - ANTARA News Jawa Timur
Customer kami di Surabaya itu kedua terbesar setelah Jakarta
Surabaya (ANTARA) - Produsen aksesoris gadget premium asal Korea Selatan, Spigen, memilih Surabaya sebagai lokasi Experience Store pertama di Indonesia melalui distributor resminya, CV Unitech Indonesia, karena kota tersebut menjadi pasar terbesar kedua setelah Jakarta.
"Customer kami di Surabaya itu kedua terbesar setelah Jakarta," kata CEO CV Unitech Indonesia (UniTAG) Hardian Tanoko di Surabaya, Sabtu.
Ia menjelaskan, pemilihan Tunjungan Plaza sebagai lokasi Experience Store didasarkan pada posisinya sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya dan berada di kawasan yang mudah dijangkau masyarakat.
Menurut Hardian, kehadiran Experience Store bertujuan memberikan pengalaman berbelanja yang tidak bisa diperoleh melalui penjualan daring karena pelanggan dapat melihat dan mencoba langsung kualitas produk.
"Banyak customer kami yang request untuk merasakan langsung produknya. Banyak yang tanya offline-nya di mana," ucapnya.
Ia mengatakan tingginya minat masyarakat Surabaya terhadap produk premium menjadi salah satu pertimbangan perusahaan menghadirkan gerai tersebut sebagai sarana memperkenalkan lebih banyak lini produk Spigen.
Saat ini, kata dia, penjualan Spigen masih didominasi casing dan tempered glass dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap total penjualan.
Selain kedua produk tersebut, lanjutnya, perusahaan berencana menghadirkan aksesori lain, seperti charger dan power bank, untuk memperluas pilihan produk premium bagi konsumen.
Hardian menambahkan, pembukaan Experience Store di Surabaya juga bukan semata-mata ditujukan untuk mendorong penjualan, melainkan memperkuat pengalaman pelanggan agar dapat mengenal kualitas produk secara langsung sebelum membeli.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap produk Spigen palsu yang masih ditemukan di pasar luring dan menyarankan pembelian dilakukan melalui distributor resmi maupun Experience Store.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.