Spanyol runtuhkan rekor dunia tak terkalahkan milik Italia
Spanyol runtuhkan rekor dunia tak terkalahkan milik Italia
Senin, 20 Juli 2026 09:46 WIB
Sejumlah pesepak bola Tim Nasional Spanyol bersama pelatihnya, Luis de la Fuente (tengah) dan jajaran ofisial tim berselebrasi dengan mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Spanyol menjadi juara setelah mengalahkan Timnas Argentina dengan skor 1-0 dalam babak tambahan laga final Piala Dunia 2026. ANTARA FOTO/Michael Teguh Adiputra Siahaan/nym.
Jakarta (ANTARA) - Tim Nasional Spanyol tidak hanya sukses membawa pulang trofi Piala Dunia 2026 ke Madrid. Keberhasilan La Furia Roja menumbangkan Argentina 1-0 di partai puncak juga resmi mencatatkan nama mereka dalam buku sejarah emas sebagai pemilik rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional putra.
Berdasarkan laporan resmi FIFA yang dipantau dari Jakarta, Senin (20/7), armada Luis de la Fuente kini membukukan catatan fantastis berupa 38 pertandingan beruntun tanpa tersentuh kekalahan. Rekor luar biasa ini dihiasi dengan 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang yang membentang sejak tahun 2024 hingga laga final Piala Dunia 2026.
Catatan emas ini sekaligus resmi melampaui rekor dunia sebelumnya yang dipegang oleh raksasa Eropa lainnya, Italia. Skuad Gli Azzurri sebelumnya memegang rekor 37 pertandingan beruntun tanpa kekalahan sepanjang periode 2018 hingga 2021 silam, sebelum akhirnya takhta stabilitas tersebut diruntuhkan oleh Spanyol.
Sapu Bersih Fase Gugur
Keberhasilan Spanyol menjaga konsistensi performa ini tidak lepas dari keteguhan mereka dalam mempertahankan identitas permainan. Sepanjang dua tahun terakhir, La Roja tampil sangat digdaya lewat taktik berbasis penguasaan bola dominan, umpan-umpan pendek yang presisi, serta penerapan tekanan tinggi (high pressing) yang membuat lawan mana pun frustrasi.
Di panggung Piala Dunia 2026 sendiri, Spanyol melakoni sembilan pertandingan tanpa satu kali pun mencicipi kekalahan. Satu-satunya momen di mana mereka gagal memetik kemenangan penuh hanyalah pada laga pembuka fase grup, saat ditahan imbang tanpa gol 0-0 oleh tim kejutan Tanjung Verde.
Namun, hasil minor di awal turnamen itu justru menjadi titik balik. Lamine Yamal dan kawan-kawan langsung bangkit dengan menyapu bersih delapan pertandingan berikutnya dengan kemenangan, termasuk melibas barisan negara elite di fase gugur hingga akhirnya mengangkat trofi berlambang supremasi tertinggi sepak bola di Stadion MetLife.
Sempurna
Kemenangan dramatis atas Argentina di laga final tidak hanya sekadar melahirkan rekor dunia baru. Hasil ini sekaligus menyudahi penantian panjang selama 16 tahun bagi masyarakat Spanyol untuk kembali melihat tim nasional mereka menjadi kampiun dunia, setelah terakhir kali merasakannya pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Koleksi 38 laga tanpa kekalahan ini menjadi bukti sahih bahwa dominasi Spanyol di panggung sepak bola internasional dalam beberapa tahun terakhir berada di level yang berbeda, baik saat mereka diuji oleh tim-tim raksasa maupun ketika meladeni negara-negara di luar jajaran elite dunia.
Daftar tim dengan jumlah pertandingan tak terkalahkan terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional putra:
1) Spanyol – 38 pertandingan (berlangsung sejak 2024)
2) Italia – 37 pertandingan (2018-2021)
3) Argentina – 36 pertandingan (2019-2022)
4) Brasil – 35 pertandingan (1993-1996)
4) Spanyol – 35 pertandingan (2007-2009)
6) Senegal – 33 pertandingan (2023-2025)
6) Maroko – 33 pertandingan (2025-2026)
8) Argentina – 31 pertandingan (1991-1993)
8) Spanyol – 31 pertandingan (1994-1998)
8) Maroko – 31 pertandingan (2019-2022).
Baca juga:
Unai Simon sabet Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2026
Bungkam kritik, Ferran Torres bawa Spanyol Juara Dunia 2026
Kapten Timnas Spanyol Rodri sabet Bola Emas
Spanyol juara Piala Dunia 2026, De la Fuente bangga
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Spanyol bukukan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam PIala Dunia
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.