gop-crypto.vip

Sosek Malindo: Kaltara Miliki Posisi Strategis Sebagai Penyangga IKN

Sosek Malindo: Kaltara Miliki Posisi Strategis Sebagai Penyangga IKN

Kamis, 30 Juli 2026 18:43 WIB

Image Print

Delegasi Indonesia dan Malaysia berfoto bersama dalam Sidang ke-28 Kelompok Kerja Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kaltara-Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 yang digelar di Tarakan Plaza Hotel, Kaltara, Rabu (29/7/2026) (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)

Tarakan (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang dalam Sidang ke-28 Kelompok Kerja Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) Tahun 2026 mengatakan bahwa Kaltara memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dalam sidang ke-28 kemarin di Tarakan, saya memaparkan posisi strategis Kaltara sebagai provinsi perbatasan sekaligus wilayah penyangga IKN,” ujarnya di Tarakan, Provinsi Kaltara, Kamis.

Dengan posisi strategis tersebut, menurutnya membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas, serta investasi lintas batas.

Karena itulah ia paparkan posisi strategis Kaltara dalam Sidang ke-28 Kelompok Kerja Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kaltara-Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 yang digelar di Tarakan Plaza Hotel, Rabu (29/7) yang dihadiri delegasi dari Indonesia dan Malaysia.

Saat ini, kata Zainal, sejumlah proyek strategis tengah dikembangkan di Kaltara, di antaranya Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi, PLTA Kayan Cascade, hilirisasi sektor perikanan dan rumput laut, serta pengembangan energi hijau.

“Potensi besar ini menjadi modal penting untuk mendukung rantai pasok IKN sekaligus memperkuat daya saing kawasan perbatasan agar tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang tangguh dan berkelanjutan,” katanya.

Gubernur Kaltara menilai pembangunan IKN membuka peluang kolaborasi yang semakin luas antara Kaltara dan Sabah, mulai dari sektor perdagangan, investasi, logistik, ketenagakerjaan, pariwisata, hingga ketahanan pangan.

Sebab itu, lanjutnya, forum Sidang Sosek Malindo yang dihadiri langsung oleh Ketua Jawatan Kuasa Kerja (JKK) Sosek Malindo Negeri Sabah, Datuk Jamili Nais, beserta jajaran, Konsulat Republik Indonesia di Tawau, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara ini penting untuk mengevaluasi hasil kerja sama sebelumnya sekaligus menyusun agenda kolaborasi baru di kawasan perbatasan.

“Sidang ke-28 Sosek Malindo merupakan tindak lanjut dari sidang sebelumnya yang berlangsung di Sandakan, Malaysia, pada 2025. Forum ini membahas evaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala untuk meningkatkan efektivitas kerja sama kedua wilayah,” jelasnya.

Karena itulah Zainal berharap rekomendasi yang dihasilkan sidang ini harus realistis, dapat dilaksanakan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di kedua negara.

“Saya berharap seluruh delegasi mengedepankan semangat musyawarah dan saling menghormati dalam setiap pembahasan agar memberi manfaat bagi Indonesia serta Malaysia,” tuturnya.

Zainal menegaskan hubungan Kaltara dan Sabah memiliki nilai strategis karena tidak hanya didukung kedekatan geografis, tetapi juga kesamaan budaya dan hubungan sosial yang telah terjalin sejak lama.

Sehingga, aktivitas perdagangan, pendidikan, hingga pertukaran sosial budaya, menjadikan kawasan perbatasan sebagai ruang kehidupan bersama yang terus berkembang.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah pada persidangan kali ini. Kehadiran seluruh delegasi menunjukkan komitmen bersama untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Kaltara dan Sabah,” ujarnya.
Baca juga: DPRD-Pemprov Kaltara Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
Baca juga: DPRD dan Pemprov Kaltara Pejuangkan Jalan Krayan di Pusat

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.