gop-crypto.vip

Soetta Ditutup, Bus Gratis Disiapkan ke Bandara Yogyakarta hingga Surabaya - Nasional Katadata.co.id

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyediakan layanan bus gratis dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Hal ini dilakukan sebagai upaya mobilitas penumpang terdampak ke bandara alternatif imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pada tahap awal, sebanyak 8 bus disiapkan, masing-masing 2 bus untuk setiap tujuan, dengan keberangkatan pertama dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (06/09) pukul 21.00 WIB.

“Sejak awal penutupan sementara kami fokus memastikan kebutuhan penumpang tetap terlayani, mulai dari penyediaan makanan dan area istirahat hingga alternatif transportasi darat,” kata Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan dalam keterangan resmi, Senin (7/9).

Penumpang yang akan menggunakan layanan ini dapat melakukan pendaftaran di posko yang disiapkan di masing-masing terminal, yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3. Apabila dibutuhkan, jumlah bus dan waktu keberangkatan akan ditambah dengan menyesuaikan kebutuhan penumpang.

Tak hanya bus, Bandara Soetta juga menggunakan sejumlah fasilitas di terminal turut dimanfaatkan untuk mendukung penanganan penumpang terdampak, termasuk Employee Lounge sebagai salah satu area istirahat. 

Posko penanganan juga telah dioperasikan untuk memperkuat koordinasi di lapangan, sementara maskapai penerbangan tetap membuka layanan di terminal masing-masing untuk memberikan informasi dan penanganan kepada penumpang terdampak.

“Kami akan terus menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan, dengan tetap menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama,” ujar Yudistiawan.

Berdasarkan data penerbangan 7 September 2026 hingga pukul 06.30 WIB, terdapat 243 penerbangan terdampak, yang merupakan akumulasi dari pembatalan, keterlambatan, pengalihan pendaratan ke bandara lain, serta dampak operasional lainnya.

Jumlah tersebut terdiri dari 184 penerbangan domestik, 54 penerbangan internasional, dan 5 penerbangan kargo, dengan total 29.619 penumpang terdampak.

Otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga terus mengevaluasi perkembangan kondisi dan dampaknya terhadap operasional penerbangan. Pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara dan untuk informasi kebandarudaraan dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172," kata Yudistiawan.

Perpanjangan penutupan bandara

InJourney Airports memperpanjang penutupan operasional penerbangan di 4 bandara hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB. Hal ini dilakukan karena dampak abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Keempat bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta, Bandara Radin Inten II (TKG) Lampung, dan Bandara Husein Sastranegara (BDO) Bandung. 

Tak hanya InJourney, AirNav Indonesia juga memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan. 

Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

Adapun pembaruan statusnya sebagai berikut:

  1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026. 
  2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26, mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

“Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” kata EVP of Corporate Secretary Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9).