Soal Rencana Konser Andrea Bocelli, Kemenpar: Kami akan Tegak Lurus dengan MUI |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pejabat Kementerian Pariwisata menyambangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta, Selasa(13/10/2026). Kedatangan mereka untuk membahas rencana konser musisi asal Italia, Andrea Bocelli di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026.
Sebelumnya, rencana konser yang menghadirkan Bocelli menuai polemik mengingat rekam jejak Bocelli yang disebut memberi dukungan kepada zionis Israel. Majelis Ulama Indonesia (MUI), menjadi salah satu pihak yang menuntut agar konser yang didukung oleh Kementerian Pariwisata, berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif tersebut dibatalkan.
Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji menjawab bahwa belum ada pernyataan resmi dari pemimpin di Kementerian Pariwisata mengenai tindak lanjut konser tersebut."Belum, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan kami, kami masih terus harus mempelajari, ya," kata Bayu kepada Republika di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (13/10/2026)
Menurut Bayu, jika memang dari pihak MUI sudah menyatakan sikap, maka Kemenpar akan mengikuti apa yang menjadi keputusan MUI."Tapi kalau memang dari MUI sudah menyatakan ini, tentu kami akan tegak lurus mengikuti apa yang menjadi keputusan MUI," ujar Bayu.
Ditanya apakah dia mengetahui jika Andrea Bocelli pernah mendukung Israel, Bayu menjawab tidak paham."Mohon izin dan mohon maaf, secara pribadi, secara pribadi saya nggak begitu paham,”kata dia.
Sebelumnya, Bayu menyampaikan bahwa pihaknya mencoba mencari titik temu mengenai rencana konser tersebut karena terkait dengan keumatan. Ia juga menegaskan bahwa sikap pemerintah sudah jelas mendukung Palestina.
"Jadi nanti seperti apa, kita akan coba pelajari, jadi sudah ada garis arahan-arahan dari beliau-beliaunya yang akan coba kita komunikasikan lagi. Seperti apa, dan mudah-mudahan dari pihaknya Andrea Bocelli juga ada statement yang intinya adalah untuk mendukung kemerdekaan dari Palestina, tadi yang seperti disampaikan oleh beliau-beliaunya tadi dari MUI. Jadi kami Insya Allah akan coba komunikasikan pada dia dulu," ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata ini.
Lebih lanjut, Bayu mengatakan bahwa izin konser bukan berada di Kementerian Pariwisata."Dan kami hanya sebagai pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pariwisata melihat dari pandangnya kepariwisataan. Tapi kita juga harus melihat sudut pandang lainnya. Sudut pandang lainnya tentu adanya keumatan dan lain sebagainya. Karena negara ini kan sudah resmi menyatakan bahwa mendukung pemerintahan Palestina. Jadi memang ini yang akan coba kita pelajari lebih lanjut,"kata dia.
Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, tersiar berita penyanyi Andrea Bocelli akan tampil dalam konser di Borobudur dan di Jakarta. Konser ini didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif.