gop-crypto.vip

Sistem mitigasi di destinasi wisata sesuai standar

Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan sistem mitigasi bencana di berbagai destinasi wisata, khususnya wilayah pesisir pantai telah berjalan dengan baik dan sesuai standar memadai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Budi Wartono di Mataram, Senin, mengatakan, koordinasi dan kolaborasi telah dilakukan sejak awal bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), kelompok Desa/Kelurahan Tanggapan Bencana (Destana) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

"Kebetulan wilayah wisata kami, khususnya di pantai sudah terbentuk Destana sejak tahun 2015," katanya.

Forum yang dibentuk masyarakat itu terus melakukan aktivasi, berkolaborasi dengan Pokdarwis setempat untuk melakukan langkah-langkah pengamanan di destinasi wisata, termasuk Kota Tua Ampenan.

Kota Tua Ampenan sebagai salah satu warisan sejarah, menjadi salah satu atensi pemerintah untuk terus dilestarikan agar dapat dikenang oleh para generasi mendatang.

"Karena itulah, kawasan destinasi itu menjadi satu kesatuan dalam upaya penanganan mitigasi bencana di objek wisata Pantai Ampenan," katanya.

Sebagai bentuk dukungan konkret di lapangan, lanjutnya, BPBD Kota Mataram telah memback-up Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan menyalurkan bantuan sarana pendukung dengan mendistribusikan tiga unit mesin pompa air guna mempercepat penanganan jika terjadi insiden kebakaran.

Baca juga: Pemkab Dompu menyalurkan 200 ribu liter air bersih atasi kekeringan

Selain itu, menyediakan dan mendistribusikan tandon air dengan total kapasitas 30.000 liter ke enam kecamatan se-Kota Mataram atau setiap kecamatan mendapatkan tandon air kapasitas 5.000 liter, untuk antisipasi wilayah yang terdampak kekeringan.

"Meskipun hingga saat ini, belum ada wilayah di Kota Mataram yang melaporkan terjadinya krisis atau dampak kekeringan parah, namun langkah antisipasi harus tetap dilakukan," katanya.

Di sisi lain, BPBD menilai mitigasi bencana di tingkat bawah secara umum sudah memadai dan sesuai standar dan pihaknya terus menekankan pentingnya kesadaran serta kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat melakukan langkah waspada dan antisipasi.

Baca juga: BPBD NTB mencatat sejumlah kerusakan bangunan akibat gempa NTT

Tugas pemerintah, khususnya BPBD mengulang-ulang himbauan sebagai bagian dari mitigasi untuk menjaga kewaspadaan, bukan untuk menimbulkan ketidaktenangan.

"Kami berharap masyarakat kooperatif menjalankan himbauan dan segera melapor jika membutuhkan penanganan," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026