Sisi Gelap 3 Kebakaran Tempat Hiburan Malam Terbesar di Thailand |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Asap memenuhi seluruh ruangan ketika para pengunjung berusaha menyelamatkan diri. Sebagian berlari ke pintu depan, sementara yang lain bergerak ke bagian belakang bangunan. Ketika petugas pemadam memasuki pub Rong Beer Na Lat Phrao di Bangkok, banyak korban ditemukan tergeletak di sekitar toilet.
Kebakaran di tempat hiburan yang berada di Distrik Chatuchak itu terjadi pada Ahad (12/7/2026) pukul 23.57 waktu setempat. Berdasarkan keterangan pejabat hingga Senin (13/7/2026) pagi, sebanyak 27 orang meninggal dunia dan 63 orang dibawa ke rumah sakit. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan 22 korban luka berada dalam kondisi kritis.
Api dapat dikendalikan sekitar setengah jam setelah kebakaran terjadi. Namun, asap telah memenuhi hampir seluruh ruangan. Petugas pemadam Chakrit Khongkom mengatakan sebagian besar korban selamat yang ditemukan mengalami kesulitan bernapas akibat menghirup asap.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan sejumlah pengunjung diduga bergerak menuju bagian belakang bangunan setelah api dan asap muncul. Banyak korban kemudian ditemukan di sekitar toilet. Gubernur Bangkok menyatakan tempat itu memiliki izin dan pintu darurat, tetapi polisi masih menyelidiki apakah jalur keluar dapat terlihat dan diakses saat listrik padam serta asap memenuhi ruangan.
Seorang musisi yang tampil pada malam itu mengaku melihat asap keluar dari panel pemutus arus di dekat panggung. Setelah itu, listrik padam dan terdengar ledakan. Keterangan tersebut masih merupakan kesaksian awal, bukan kesimpulan penyelidikan. Hingga Senin pagi, pihak berwenang belum mengumumkan penyebab resmi kebakaran.
Tragedi Rong Beer Na Lat Phrao mengingatkan Thailand pada dua kebakaran besar lain yang terjadi di tempat hiburan selama 17 tahun terakhir: Santika Club di Bangkok pada 2009 dan Mountain B Pub di Chonburi pada 2022.
Berdasarkan angka akhir yang dilaporkan dalam ketiga peristiwa tersebut, sedikitnya 120 orang kehilangan nyawa. Nama tempat dan tahun kejadiannya berbeda, tetapi sejumlah keadaan yang ditemukan setelah kebakaran memperlihatkan kemiripan: api yang muncul di sekitar panggung, material interior yang membantu penyebaran api atau asap, listrik dan penerangan yang terputus, serta pengunjung yang kesulitan mencapai jalan keluar, sebagaimana dilaporkan sejumlah media internasional.
Malam Tahun Baru Berubah Menjadi Neraka
Tragedi paling mematikan terjadi di Santika Club, kawasan Ekkamai, Bangkok, pada 1 Januari 2009. Sekitar seribu orang berada di dalam klub untuk merayakan pergantian tahun ketika api muncul tidak lama setelah hitung mundur tengah malam.
Associated Press dalam laporan retrospektifnya menyebut pertunjukan kembang api di dalam ruangan memicu kebakaran yang kemudian menyambar bagian langit-langit. Api dan asap menyebar dengan cepat ketika pengunjung berusaha keluar secara bersamaan. Korban meninggal akibat luka bakar, menghirup asap, dan terjepit dalam kepanikan menuju pintu keluar.