Siapkan UMKM Masuk Rantai Pasok Kawasan Industri Tanah Kuning
Bagikan:
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk jadi bagian dari rantai pasok Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi di Kecamatan tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Yang kini berkembang sebagai kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sekretaris Provinsi Kaltara, Denny Harianto mengatakan, langkah itu dilakukan melalui program SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara), yang dirancang menghubungkan UMKM lokal dengan kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing produk dan jasa mereka.
"Kita ingin memastikan besarnya investasi yang masuk ke daerah juga dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal," kata Denny, Rabu, 22 Juli.
"Jangan sampai industri berkembang pesat, tetapi pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton di rumah sendiri. UMKM harus menjadi bagian dari rantai pasok industri, bukan sekadar pelengkap," sambung dia.
Denny menyebut Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi yang memiliki luas sekitar 10.100 hektare diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai puluhan triliun rupiah.
"Karena itu, pemerintah menilai perlu ada langkah untuk mempersiapkan UMKM agar mampu menangkap peluang usaha yang muncul," ujarnya.
Ia menjelaskan, program SINERGI Kaltara ditargetkan menjangkau lebih dari 51 ribu UMKM di Kaltara.
"Untuk itu, pelaku usaha kita dorong untuk memenuhi standar kebutuhan industri sehingga dapat menjadi mitra penyedia barang maupun jasa," jelasnya.
Sebagai tahap awal, Pemprov Kaltara telah membangun sinergi dengan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI). Pengelola kawasan industri itu disebut menyambut baik konsep SINERGI Kaltara dan menyatakan kesiapan membuka ruang bagi keterlibatan UMKM lokal dalam ekosistem industri.
"Produk dan jasa UMKM nantinya akan dikurasi agar mampu memenuhi standar industri internasional," tegasnya.
Ia menambahkan, peluang yang dapat dimanfaatkan UMKM mencakup penyediaan bahan pangan, jasa logistik, material pendukung, hingga layanan akomodasi bagi ribuan pekerja yang akan beroperasi di kawasan industri.
"Pemprov berharap pertumbuhan investasi dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, keberadaan Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi tidak hanya menjadi motor penggerak investasi, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM lokal untuk tumbuh dan naik kelas," katanya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+