Siap Kuasai Pasar Global, BYD Borong 10 Kapal Pengangkut Mobil Listrik
Liputan6.com, Jakarta - Ambisi BYD untuk memperluas pasar kendaraan ke berbagai negara tampaknya semakin serius. Tak hanya meningkatkan produksi mobil, pabrikan asal Tiongkok tersebut kini juga memperluas kemampuan logistiknya.
Mengutip dari laman CarNewsChina, Senin (14/9/2026), BYD disebut memesan 10 kapal pengangkut kendaraan baru dengan kapasitas masing-masing mencapai 9.200 car-equivalent unit (CEU).
Jika seluruh pesanan terealisasi, tambahan 10 kapal tersebut akan memberikan kapasitas angkut ekstra sekitar 92.000 CEU. Kapal-kapal tersebut akan dibangun oleh China Merchants Industry melalui galangan Jinling dan Haimen, dengan jadwal pengiriman berlangsung secara bertahap mulai 2027 hingga 2029.
Dengan tambahan tersebut, armada kapal milik BYD akan membengkak menjadi 18 unit dengan kapasitas gabungan lebih dari 130.000 CEU.
Namun, angka CEU tidak berarti setiap kapal mampu mengangkut tepat 9.200 unit mobil. Satuan tersebut digunakan untuk menggambarkan kapasitas kapal berdasarkan ukuran kendaraan yang setara dengan satu mobil.
Kapal-kapal tersebut berjenis Pure Car and Truck Carrier (PCTC). Kendaraan dapat masuk dan keluar menggunakan sistem roll-on/roll-off (RoRo), sehingga tidak memerlukan kontainer seperti pada pengiriman barang pada umumnya.
Sudah Punya 8 Kapal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878072/original/063004900_1719565769-First-batch-BYD-vehicles-rolled-off-production-line-in-Uzbekistan-factory.jpg)
Perbesar
Sebelum memesan 10 kapal tambahan, BYD telah merampungkan armada awal yang terdiri dari delapan kapal pada September 2025. Kapasitas masing-masing kapal berada di kisaran 7.200 hingga 9.000 mobil, tergantung jenis kapalnya.
Dengan armada awal delapan kapal tersebut, BYD dilaporkan memiliki kemampuan ekspor sekitar 1 juta mobil per tahun. Jika 10 kapal tambahan resmi bergabung, kapasitas ekspor melalui armada tersebut diperkirakan melonjak hingga sekitar 2,5 juta mobil per tahun.
Menariknya, kapal yang digunakan BYD tidak hanya berfungsi membawa kendaraan dari Tiongkok ke pasar luar negeri. Pada September 2025, kapal BYD Zhengzhou tercatat mengangkut kendaraan setir kanan dari pabrik BYD di Thailand menuju Inggris.
Langkah tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana jaringan logistik BYD mampu mendukung pengiriman kendaraan dari fasilitas produksi di luar Tiongkok. Strategi ini menjadi semakin krusial seiring melonjaknya penjualan kendaraan BYD di pasar internasional.
Ekspor BYD Meningkat Tajam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340260/original/079258700_1788497467-1.jpg)
Perbesar
Data China Passenger Car Association menunjukkan BYD berhasil mengekspor 184.000 kendaraan penumpang dari Tiongkok pada Agustus 2026. Angka tersebut naik 131 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat 6 persen dibandingkan Juli.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, ekspor BYD mencapai sekitar 1,127 juta kendaraan, meningkat 88 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Di sisi lain, pasar domestik Tiongkok justru menghadapi tekanan. Penjualan merek BYD di dalam negeri pada Agustus 2026 tercatat sekitar 184.000 unit, atau turun 35 persen secara tahunan.
Kondisi tersebut membuat ekspansi ke pasar global menjadi semakin penting bagi BYD. Dengan tambahan 10 kapal baru, perusahaan asal Shenzhen ini tampaknya ingin memastikan kapasitas logistiknya mampu mengimbangi pesatnya pertumbuhan ekspor dalam beberapa tahun mendatang.