gop-crypto.vip

Setim dengan LeBron dan Embiid, Jaylen Brown Siap Tumbalkan Ego demi Gelar Juara Sixers

AKURAT.CO, Megabintang anyar Philadelphia 76ers, Jaylen Brown, menegaskan bahwa ambisi merengkuh gelar juara NBA menjadi satu-satunya prioritas utama dalam kariernya saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Jaylen Brown saat resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru 76ers di Philadelphia, Amerika Serikat, Kamis (7/8/2026) waktu setempat, usai didatangkan dari Boston Celtics lewat skema trade pada Juli lalu.

Kepindahan ini membuat peraih gelar MVP Final NBA 2024 tersebut resmi bergabung dengan superteam bertabur bintang yang dihuni nama-nama mentereng seperti LeBron James, Joel Embiid, Tyrese Maxey, hingga bakat muda VJ Edgecombe.

Meski bereputasi sebagai salah satu scorer paling mematikan di liga, Jaylen Brown menyatakan kesiapannya untuk meredam ego dan menyesuaikan perannya di lapangan demi membawa Philadelphia terbang tinggi.

"Fokus utama saya hanyalah menang. Fokus saya dalam setiap latihan, rapat tim, hingga sesi evaluasi video adalah bagaimana cara kami bisa menang setiap malam," kata Brown dikutip CNA.

"Kadang peran itu bisa berubah, tetapi apa pun yang dibutuhkan oleh tim ini akan saya lakukan. Pada titik karier saya saat ini, tidak ada hal lain yang benar-benar memotivasi saya selain meraih kemenangan."

Brown datang dengan modal statistik mentereng. Selama sepuluh musim membela Boston Celtics dan mempersembahkan satu trofi juara NBA, ia mengantongi rata-rata 20 poin per gim. Bahkan, musim lalu menjadi musim paling produktif sepanjang kariernya dengan catatan rata-rata di atas 28 poin per gim.

https://akurat.co/arena/750227/final-nba-dominasi-jayson-tatum-dan-jaylen-brown-bawa-celtics-unggul-3-0-atas-mavericks

Kendati di atas kertas kedalaman skuad Sixers tampak menakutkan bagi lawan-lawannya, pebasket berusia 29 tahun itu enggan jemawa. Berdasarkan pengalamannya, keberadaan deretan pemain bintang tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya pengorbanan dan keharmonisan tim.

"Di atas kertas kami memang terlihat luar biasa. Tetapi saya sudah cukup lama bermain di liga ini untuk tahu bahwa apa yang tertulis di atas kertas sama sekali tidak menjamin apa pun," jelas Brown.

Menurutnya, potensi gesekan internal, ego pribadi, maupun tekanan media dari luar bisa menjadi batu sandungan besar jika seluruh pemain tidak menyatukan visi.

"Semua bisa berjalan ke arah mana saja. Itu semua bergantung pada kerja keras, keterbukaan, dan kepemimpinan yang mampu membawa tim ini ke arah yang benar," tambahnya.

Saat ditanya mengenai siapa yang akan menjadi "wajah utama" atau pemimpin tunggal di dalam tim yang kini dihuni LeBron James tersebut, Brown meresponsnya dengan bijak. Menurutnya, keberhasilan tim tidak ditentukan oleh siapa pemegang status bintang utama.

"Tim ini tidak harus menjadi milik siapa pun. Yang paling penting bagi kami adalah rasa saling menghormati dan kerja keras bersama," katanya.

Brown justru mengaku antusias bisa bermain satu tim dengan LeBron James. Ia berharap bisa menimba banyak pengalaman dari megabintang veteran tersebut, terutama dalam hal menjaga konsistensi performa di level tertinggi.

"Salah satu hal yang paling saya sukai dalam hidup adalah belajar. Saya tidak sabar untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu darinya dan menerapkannya untuk diri saya sendiri," tutur Brown.

Menutup keterangannya, Brown tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada Boston Celtics yang telah menjadi rumahnya selama satu dekade.

Ia menyebut perjalanan sepuluh tahun di Boston sebagai "siklus yang sempurna" dan menegaskan hubungannya dengan sang mantan rekan duet, Jayson Tatum, tetap terjalin sangat baik.