gop-crypto.vip

Sergey Brin Gunakan Superyacht sebagai Kantor Terapung, Dilengkapi Ruang Kerja hingga Hanggar Helikopter

Bagikan:

JAKARTA – Pendiri Google, Sergey Brin, memiliki sebuah superyacht bernama Dragonfly yang tidak hanya berfungsi sebagai kapal pesiar mewah, tetapi juga dirancang sebagai ruang kerja terapung. Kapal sepanjang 466 kaki atau sekitar 142 meter itu memiliki satu dek yang didedikasikan khusus untuk mendukung aktivitas bisnis dan produktivitas.

Dragonfly dibangun oleh galangan kapal asal Jerman, Lürssen, dan diserahkan kepada Brin pada 2024. Kapal tersebut menjadi superyacht terbesar ketujuh yang pernah diproduksi oleh perusahaan tersebut.

BACA JUGA:


Desain Dragonfly digarap oleh arsitek kapal Germán Frers, sementara desain interior dan area sosial eksterior dikerjakan oleh Nauta Yachts. Dengan garis bodi yang tegas dan bersudut, kapal itu memiliki tampilan yang lebih menyerupai kapal perang dibandingkan kapal pesiar mewah pada umumnya.

Berbeda dengan sebagian besar kapal pesiar milik kalangan miliarder yang identik dengan fasilitas relaksasi, Dragonfly dirancang untuk menunjang aktivitas kerja. Salah satu dek di dalam kapal difungsikan sebagai area bisnis yang dilengkapi kantor pribadi, pusat kebugaran, ruang permainan, serta hanggar helikopter tersembunyi.

Keberadaan helikopter tersebut disebut bukan sekadar pelengkap. Fasilitas itu memungkinkan Brin melakukan perjalanan dengan lebih cepat tanpa harus bergantung pada pelabuhan, kapal penghubung, maupun perjalanan darat, sehingga mendukung mobilitasnya dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pandangan Brin mengenai produktivitas kerja. Pada 2025, sebuah memo internal yang dikaitkan dengannya menyebutkan bahwa bekerja selama 60 jam per pekan merupakan "titik optimal produktivitas" atau sweet spot of productivity.

Sergey Brin mendirikan Google bersama Larry Page. Meskipun sempat mengurangi keterlibatannya dalam operasional harian perusahaan pada 2019, Brin kemudian kembali mengambil peran yang lebih aktif setelah meningkatnya perhatian terhadap pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Kembalinya Brin ke aktivitas operasional Google disebut berkaitan dengan pesatnya perkembangan teknologi AI, yang kini menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Sementara itu, Dragonfly menjadi salah satu aset yang mencerminkan bagaimana Brin menggabungkan mobilitas, fasilitas mewah, dan kebutuhan produktivitas dalam satu sarana.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+