Serangan Kembali Sasar Riyadh, KBRI Imbau WNI Jauhi Kawasan King Khalid
Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:10 WIB
Riyadh, VIVA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengeluarkan imbauan situasi keamanan dan perjalanan di ibu kota Arab Saudi. Imbauan ini menyusul dengan serangan terbaru di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Baca Juga
Berdasarkan laporan otoritas setempat, Bandara King Khalid diserang pada Sabtu (10/10/2026) waktu setempat. Puluhan orang dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menyusul dengan serangan tersebut, KBRI Riyadh menghimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial.
Baca Juga
"WNI diimbau menghindari perjalan yang tidak mendesak ke Kawasan Bandara Internasional King Khalid Riyadh. Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan selalu periksa dan konfirmasikan jadwal serta status penerbangan secara langsung kepada maskapai yang digunakan sebelum berangkat menuju bandara," bunyi keterangan resmi KBRI Riyadh dikutip dari akun Instagram resmi mereka, Minggu (11/10/2026).
KBRI Riyadh, juga menghimbau WNI di sana untuk tetap berada di lokasi yang aman, serta dimminta mematuhi arahan otoritas setempat serta memantau informasi resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, KBRI Riyadh, pihak bandara dan maskapai terakit.
Baca Juga
"Tetap waspada dan utamakan keselamatan. Pantau informasi dari kanal resmi pemerintah Arab Saudi Nomor Darurat di Arab Saudi: 911 untuk wilayah Riyadh, Makkah, Madinah, dan Eastern Province. 998 untuk wilayah lain di Arab Saudi," bunyi keterangan KBRI Riyadh.
Puluhan Orang Dilaporkan Terluka
Puluhan orang dilaporkan terluka dalam serangan terbaru di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Melansir laman BBC Internasional, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengatakan akibat serangan tersebut, operasional bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara. Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi mata yang diwawancarai Reuters, lebih dari selusin ambulans terlihat bergegas menuju bandara tersebut.
Seorang sumber medis mengatakan kepada AFP bahwa para dokter telah diminta datang ke rumah sakit untuk menangani situasi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami diberi tahu bahwa kami sedang menghadapi situasi darurat serius," kata sumber medis itu kepada AFP.
Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah otoritas setempat melaporkan tiga orang warga Arab Saudi termasuk seorang pilot tewas dalam dua serangan Houthi terhadap bandara tersebut Jumat kemarin. Sebelumnya, tiga orang lainnya tewas dalam serangan Houthi yang menyasar dua bandara di Arab Saudi pada 6 dan 7 Oktober.
Halaman Selanjutnya
Kedutaan Asing Keluarkan Himbauan