gop-crypto.vip

Serangan AS ke Iran Dorong Harga Minyak Brent Tembus 93 Dolar AS

Bagikan:

JAKARTA - Harga minyak dunia naik lebih dari 2 persen pada Rabu. Serangan baru Amerika Serikat ke Iran dan ancaman kelompok Houthi terhadap pelayaran menuju Arab Saudi memicu kekhawatiran atas pasokan energi Timur Tengah.

Anadolu Agency dikutip Rabu, 22 Juli, menyebut minyak mentah Brent yang menjadi acuan global diperdagangkan pada 93,11 dolar AS per barel pukul 07.00 GMT. Harganya naik 2,31 persen dari penutupan sebelumnya sebesar 91,01 dolar AS.

Minyak West Texas Intermediate atau WTI yang menjadi acuan Amerika Serikat juga naik sekitar 2,31 persen menjadi 86,29 dolar AS per barel. Pada sesi sebelumnya, WTI ditutup pada 84,34 dolar AS.

Kenaikan harga terjadi setelah pasukan AS menyerang tiga lokasi di Provinsi Bushehr, Iran barat daya, pada Rabu dini hari. Media pemerintah Iran menyebut salah satu sasaran berada di kawasan yang menjadi lokasi fasilitas nuklir penting.

Wakil Gubernur Bushehr Bidang Politik dan Keamanan Ehsan Jahanian mengatakan ledakan dilaporkan terjadi di wilayah Bushehr dan Dashti. Serangan di dekat Khormoj, ibu kota Kabupaten Dashti, tidak menimbulkan korban jiwa.

BACA JUGA:


Serangan tersebut menjadi bagian dari gelombang serangan baru AS di sejumlah wilayah Iran. Pertahanan udara di sekitar Teheran diaktifkan, sementara serangan juga dilaporkan terjadi di bagian lain negara itu.

Komando Pusat AS pada Selasa mengatakan telah menyelesaikan serangan malam ke-11 secara berturut-turut terhadap Iran.

Teheran membalas dengan menyerang fasilitas dan pangkalan di sejumlah negara kawasan yang menurut Iran digunakan militer AS.

Pertempuran masih berlangsung meski AS dan Iran menandatangani memorandum yang dimediasi Pakistan pada Juni. Kesepakatan itu ditujukan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada Februari dan membuka jalan bagi kesepakatan damai jangka panjang.

Harga minyak kembali mendapat dorongan setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan larangan pelayaran menuju Arab Saudi.

Houthi mengklaim enam kapal berbalik arah dalam waktu 24 jam setelah menerima peringatan dari kelompok tersebut. Namun, nama kapal dan lokasi perubahan jalurnya tidak diungkap.

Arab Saudi mengecam langkah itu dan menyatakan akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi wilayah serta kapal-kapalnya.

Peluang perundingan antara Washington dan Teheran membatasi kenaikan harga minyak.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington masih terbuka pada penyelesaian diplomatik dengan Iran.

“Amerika Serikat selalu berkomitmen pada diplomasi. Kami tetap terbuka dan selalu bersedia menyelesaikan perbedaan melalui perundingan. Hal itu juga berlaku dalam kasus Iran,” kata Rubio dalam pertemuan ASEAN di Manila, Filipina.

Rubio mengatakan Iran telah berkomunikasi dengan Washington secara langsung maupun tidak langsung mengenai kemungkinan pembicaraan.

“Masalahnya sekarang, mereka tidak serius dalam perundingan,” ujarnya.

“Jika mereka serius, kami juga serius. Jika tidak, kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami dan sekutu kami.”

Di sisi lain, American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah komersial AS naik 2,6 juta barel pada pekan lalu. Pasar sebelumnya memperkirakan persediaan turun 1,5 juta barel.

Badan Informasi Energi AS dijadwalkan merilis data resmi persediaan minyak pada Rabu waktu setempat.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+