gop-crypto.vip

Sepuluh Perajin Batik Tanjab Barat Difasilitasi SKK Migas PetroChina Ikut Pelatihan Di Kudus - ANTARA News Jambi

Jambi (ANTARA) - SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd. Kembali melatih 10 perajin batik yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) untuk mengembangkan produk turunan batik dan ecoprint. Pelatihan berlangsung di Jatisemi Ecoprint, Kudus, Jawa Tengah, 1-5 September 2026.

Adapun kesepuluh Peserta Pelatihan Pengembangan Diversifikasi Produk turunan Batik / Ecoprint adalah : Fira Susanti Kelompok Batik Makmur Jaya Berkah, Dwi Endang Kristianti Kelompok Batik Makmur Jaya Berkah, Nurhasanah Kelompok Batik Pangkal Babu, Umi Hurfatul jannah Kelompok Sedulur Batik, Puput Mentari Kelompok Sedulur Batik, Sanah Kelompok Batik Canting Emas, Novia Eviliana.

Kelompok Batik Canting Emas, Asfa Asfialana Kelompok Batik Permata, Sri Wahyunikah Kelompok Batik Permata, Nasrullah Kelompok Batik Serdang Jaya serta dua Orang Pendamping dari Dinas Kopperindag Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

CSR Specialist PetroChina Rina Putri mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di pilar ekonomi melalui Program Canting Emas PetroChina.

"Ini program inovasi terbaru kami. Kami yakin karya seni tradisional yang dipadukan inovasi ramah lingkungan seperti ecoprint dan diversifikasi produk akan menjadi pendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah," kata Rina.

Menurutnya, pelatihan ini sebagai salah satu wujud kepedulian PetroChina yang bertujuan untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan teknik para pengrajin di Tanjab Barat dalam pembuatan produk turunan batik ecoprint.

"Tujuannya membekali perajin dengan keahlian teknis memanfaatkan bahan alam sekitar, memperluas variasi produk agar menjangkau segmen pasar lebih luas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang ramah lingkungan," ujarnya.

Rina mengapresiasi semangat 10 perajin yang menjadi peserta. Ia menyebut pelatihan ini sebagai awal babak baru bagi perajin Tanjab Barat.

"Kami melihat semangat di mata peserta. Selama lima hari pengorbanan waktu dan tenaga terbayar dengan karya luar biasa. Teruslah berinovasi, jangan takut mencoba hal baru, dan jalin kolaborasi. Perajin Batik kebanggaan Tanjab Barat adalah pelopor pembawa perubahan dan wajah kemandirian ekonomi di Jambi," katanya.

Asfa Asfialana dari Kelompok Batik Permata mengaku dengan difasilitasinya para pengrajin Tanjab Barat termasuk dirinya ke kudus, ini sangat bermanfaat karena dirinya mendapat banyak ilmu baru.

"Kami belajar bagaimana potensi dan bahan di sekitar Tanjab Barat bisa dikembangkan menjadi produk berkualitas dan bernilai tambah, lebih kreatif, dan berkelanjutan. Dukungan PetroChina sangat berarti bagi kami yang sedang berproses untuk berkembang," ujarnya.

Senada, Nasrullah dari Kelompok Batik Serdang Jaya menyebut pelatihan ini meningkatkan kapasitas kami sebagai para perajin.

"Kegiatan ini upaya meningkatkan keterampilan agar mampu menciptakan peluang usaha baru. Kami mengapresiasi dukungan penuh PetroChina, ini sangat berarti bagi kami para pelaku UMKM Batik dan Ecoprint dalam menjalankan dan mengembangkan kerajinan batik di Tanjab Barat agar terus berkelanjutan," kata Nasrullah.

PetroChina memfasilitasi pelatihan, akomodasi, transportasi, dan seluruh kebutuhan peserta selama kegiatan dilaksanakan, baik sejak keberangkatan dari Jambi menuju Kudus Jawa Tengah hingga kembali lagi ke Jambi. 

Selain pelatihan Diversifikasi Produk Turunan Batik/Ecoprint untuk Perajin Batik Binaan PetroChina Jabung di Kab. Tanjung Jabung Barat ini, PetroChina Jabung telah 5 kali memfasilitasi program pengembangan batik di Tanjab Barat.

Usai pelatihan, PetroChina dan Dinas Kopperindag Tanjab Barat akan melakukan monitoring dan evaluasi. Setiap kelompok peserta wajib melaporkan perkembangan hasil dari mengikuti pelatihan di Jatisemi Ecoprint di Kudus Jawa Tengah.

Pewarta: Rilis
Editor : Nanang Mairiadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.