gop-crypto.vip

Semarang permudah warga akses obat lewat kehadiran "Pharma City"

Semarang permudah warga akses obat lewat kehadiran "Pharma City"

Kamis, 16 Juli 2026 21:02 WIB

Image Print

Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto. ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang menghadirkan Pharma City (Pelayanan Farmasi Apotek Terintegrasi Kota Semarang) untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses obat-obatan yang dibutuhkan.

Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto, di Semarang, Kamis, mengatakan digitalisasi pelayanan kefarmasian merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan berpihak kepada masyarakat.

Kini, masyarakat tidak perlu lagi berpindah dari satu apotek ke apotek lain hanya untuk mencari obat yang dibutuhkan, namun cukup mengakses melalui Pharma City.

Lewat Pharma City, masyarakat dapat mengetahui lokasi apotek, mengecek ketersediaan obat secara "real time", hingga berkonsultasi dengan apoteker melalui satu platform digital.

"Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Melalui Pharma City, warga tidak lagi mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau harus mendatangi beberapa apotek untuk mencari obat," katanya.

Ia menjelaskan selama ini data pelayanan kefarmasian masih tersebar di berbagai fasilitas sehingga belum terintegrasi secara optimal.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan proses pengawasan, tetapi juga membatasi akses masyarakat terhadap informasi mengenai layanan apotek dan ketersediaan obat.

"Informasi yang dibutuhkan kini dapat diakses lebih cepat sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan secara lebih efektif," katanya.

Melalui Pharma City, 445 apotek di Kota Semarang kini terhubung dalam satu sistem digital yang menjadi pusat data pelayanan kefarmasian.

Integrasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh informasi secara lebih mudah, sekaligus memperkuat pengawasan pemerintah terhadap mutu pelayanan dan keamanan peredaran obat.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, digitalisasi ini juga meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Proses pendataan, pelaporan, hingga pengawasan pelayanan kefarmasian dilakukan secara lebih cepat dan akurat, sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan berdasarkan data yang terintegrasi.

Ia mengatakan sistem ini juga mendukung transparansi pelayanan perizinan serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha apotek dalam menjalankan usahanya.

Menurut dia, transformasi pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses informasi yang mudah dan pelayanan yang berkualitas.

Karena itu, Pemkot Semarang terus memperkuat kapasitas tenaga kefarmasian melalui bimbingan teknis sekaligus membangun kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Jateng, BBPOM Semarang, organisasi profesi, dan seluruh pelaku usaha apotek.

"Transformasi digital bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika warga lebih mudah mendapatkan informasi obat, memperoleh pelayanan yang aman, dan dilayani secara cepat, maka di situlah manfaat pembangunan benar-benar dirasakan," katanya.

Ke depan, Pemkot Semarang akan terus mengembangkan Pharma City dan mengintegrasikannya dengan ekosistem digital kesehatan nasional, termasuk platform SatuSehat.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.