Sekdaprov Sumut tekankan APBD harus berdampak nyata bagi masyarakat - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Timur Tumanggor menekankan penggunaan APBD Sumut harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memiliki arah yang jelas," kata Timur usai membuka Webinar Sesi XIV Tahun 2026 bertema "APBD Cerdas: Belanja Efektif, Dampak Maksimal" di Kantor Gubernur Sumut, Kamis.
Selain itu, lanjut Timur, mendukung program-program prioritas pembangunan, serta dilaksanakan secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pihaknya menyampaikan, bahwa APBD bukan sekadar dokumen keuangan, melainkan instrumen utama pembangunan daerah.
Oleh karena itu, keberhasilan APBD tidak cukup diukur dari tingginya realisasi anggaran, tetapi juga sejauh mana belanja pemerintah menghasilkan output, outcome, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Tema APBD Cerdas mengingatkan kita setiap rupiah yang dibelanjakan harus mendukung prioritas pembangunan, secara efektif dan efisien, serta dipertanggungjawabkan," kata dia.
Pihaknya juga menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan APBD. Pertama, belanja daerah harus selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah.
Kedua, perencanaan dan penganggaran harus semakin berbasis data dan bukti. Ketiga, efisiensi harus menjadi budaya kerja. Keempat, pengawasan harus diperkuat sejak awal.
"Saya juga meminta webinar ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi perbaikan nyata di lingkungan kerja masing-masing,” ucap Timur.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumut Agustinus Panjaitan menyebutkan, webinar ini diikuti sebanyak 1.400 ASN lingkungan Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota, dan sejumlah instansi vertikal.
Pihaknya terus berkomitmen menyediakan wadah bagi setiap ASN mengembangkan kompetensi karena peningkatan kompetensi bukan sekadar kewajiban administratif melainkan kebutuhan mutlak tantangan zaman.
"Webinar ini menjadi sarana melatih ASN mampu menyusun anggaran berbasis prioritas daerah, dan kebutuhan riil publik. Kegiatan ini juga mendorong budaya keterbukaan informasi setiap tahapan penggunaan APBD," jelas Agustinus.
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.