Sekda Kalbar : Beri anak ruang bermain dan bereksplorasi - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengingatkan orang tua dan lingkungan pendidikan agar tidak menghilangkan hak anak untuk bermain karena aktivitas tersebut berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir, perilaku, dan karakter anak.
"Jangan sampai masa anak-anak justru terlalu banyak diisi dengan hal-hal yang membatasi mereka untuk bermain dan berekspresi. Berikan ruang kepada anak untuk bermain, belajar, berkreasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya," kata Harisson di Pontianak, Selasa.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Menurut Harisson, bermain bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang, melainkan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya.
Ia menjelaskan aktivitas bermain dapat membantu mengembangkan fungsi kognitif anak, termasuk kemampuan belajar, mengingat, memahami, dan mengolah informasi.
Selain itu, bermain juga membantu perkembangan psikomotorik melalui aktivitas yang melatih koordinasi antara otak, tangan, dan kaki.
"Dengan bermain, fungsi kognitif terus dikembangkan. Selain itu, mereka juga memahirkan aspek psikomotorik, melatih koordinasi otot, tangan, dan kaki agar selaras dengan kerja otak," tuturnya.
Harisson mengatakan permainan juga menjadi media bagi anak untuk belajar berbagai nilai sosial dan membentuk perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui permainan, anak dapat belajar mengantre, menghargai orang lain, bekerja sama, mematuhi aturan, hingga membangun kedisiplinan sejak usia dini.
Karena itu, ia meminta orang tua tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak untuk berekspresi, berinteraksi, dan mengeksplorasi lingkungan secara aman.
“Anak-anak adalah generasi penerus kita. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, pendidikan, perlindungan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” katanya.
Ia menegaskan pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Peringatan HAN ke-42 tingkat Provinsi Kalimantan Barat juga dirangkaikan dengan kampanye “Bersama Melindungi Anak” dan Gerakan Sayang Anak (GESA) sebagai upaya memperkuat komitmen perlindungan anak di daerah.
Harisson berharap momentum tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi anak sehingga mereka dapat tumbuh, belajar, bermain, dan mengembangkan potensinya secara optimal.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.