Sarwendah Singgung Belum Diberi Uang Anak dan Kasus Penggelapan Ruben
Jakarta, CNN Indonesia --
Sarwendah melalui kuasa hukumnya mengaku belum menerima uang untuk anak-anak dari Ruben Onsu selama delapan bulan terakhir di tengah perseteruan hak asuh anak.
Ruben menghentikan pemberian nafkah kepada anak-anaknya sejak Desember 2025. Nafkah senilai lebih dari Rp200 juta tersebut dihentikan karena Ruben merasa haknya tidak dipenuhi oleh Sarwendah sebagai pihak yang memegang hak asuh kedua anak mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah 8 bulan klien kami membiayai anaknya semua sendiri, ya. Jadi biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan semua dibayar oleh klien kami, ya," kata pengacara Sarwendah, Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (2/9).
"Tidak lagi oleh klien Bang Minola karena Bang Minola juga bilang, ya kan, kalau memang mau kita bayarkan, ya ketemuin dulu anak. Jadi ya mungkin karena belum bisa ketemu anak dia belum bayarkan, mungkin seperti itu, ya," ujarnya.
Di sisi lain, kuasa hukum Ruben Onsu, Tiffany Setiawaty, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjelaskan pemberian nafkah belum kembali dilakukan karena pihak Sarwendah belum memberikan rincian biaya yang diminta.
"Itu makanya klien kami kan selalu meminta rinciannya. Dari klien kami enggak ada rincian-rincian itu seperti misalnya kartu kredit atau apa, itu rinciannya pakai untuk apa?" kata Tiffany.
"Pada prinsipnya kan pertanggungjawaban klien kami kan adalah pembiayaan terkait dengan pemeliharaan dan pendidikan anak. Itu pada prinsipnya dan itu yang telah disepakati oleh masing-masing pihak," lanjutnya.
"Selama itu terkait dengan pemeliharaan anak dan pendidikan anak, klien kami akan bertanggung jawab kok. Pasti akan bertanggung jawab."
Sementara itu, gugatan hak asuh anak yang dilayangkan Ruben Onsu terhadap Sarwendah masih bergulir. Pihak Sarwendah dijadwalkan memberikan jawaban atas gugatan tersebut pada 9 September 2026.
Pilihan Redaksi
- Kubu Ruben Onsu Buka Suara soal Kasus Dugaan Penipuan
- Sarwendah Hadir Sidang Lanjutan Hak Asuh Anak, Ruben Diwakili
- Pamer Hasil Tes HIV, Sarwendah Beber Sebab Minta Ruben Audit Kesehatan
Pihak Sarwendah belum dapat memastikan apakah kasus dugaan penipuan investasi yang sebelumnya membuat Ruben berstatus tersangka akan dibahas dalam gugatan hak asuh anak.
"Dari awal kami kan tidak tahu, ya, akan ada perkara itu. Jadi kalau dibilang ada pengaruhnya, nanti tanyanya ke hakim, jangan ke kami," kata Chris.
"Apakah nanti menjadi bahan kami di dalam jawaban, ya nanti kita sampaikan setelah saya menjawab, ya. Sekarang saya belum bisa sampaikan karena ada tim lawyer juga yang akan memberikan saran-saran seperti apa nanti kita akan jawab," ujarnya.
Di sisi lain, Chris mengatakan Sarwendah turut prihatin atas kasus yang menimpa Ruben. Ia membantah anggapan bahwa Sarwendah senang melihat Ruben sempat berstatus tersangka.
"Karena status itu yang terdampak nanti kepada anak kalau berkepanjangan. Jadi dengan berdamai itu kita rasa ya sudah hilang semua lah, kita enggak usah bicarakan yang jelek-jeleknya, ya," katanya.
Ruben menghentikan pemberian nafkah kepada anak-anaknya sejak Desember 2025.. Foto: (CNN Indonesia/Vandeniar)
"Yang pasti itu doa klien saya juga supaya tidak berkepanjangan soal status itu. Cuma saya kok melihatnya masih ada orang yang berpikiran bahwa klien kami senang. Klien kami tidak senang dengan status itu [tersangka] jujur saja," kata Chris.
"Jangan lagi framing klien kami terkait dengan kondisi keuangan Ruben saat ini," kata Chris. "Karena Bang Minola sudah bilang ada masalah uang kurang lebih 100 miliar dibawa kabur sama karyawan, orang kepercayaan Ruben, ya kan. Jadi itu kan sudah clear sebenarnya."
Selain menyinggung kliennya dikaitkan dengan kondisi keuangan Ruben Onsu saat ini, Chris juga menjawab kabar kliennya memiliki hubungan spesial dengan mantan adik iparnya, Jordi Onsu.
Chris menegaskan kabar yang diiringi dengan video asusila yang diduga Sarwendah dan Jordi tersebut adalah hoaks.
"Itu sekali lagi tadi pesan klien kami itu hoaks, itu fitnah, ya, jadi itu tidak benar. Jadi saya clearkan, itu tidak benar. Jangan lagi diframing, kasihan lah, ya."
(van/end)