Sara Wijayanto Sebelum Sidang Cerai, Bicara Melepaskan Hingga Tak Perlu Dendam
Jumat, 25 September 2026 - 04:01 WIB
VIVA – Gugatan cerai yang diajukan Sara Wijayanto terhadap Demian Aditya membuat kembali sejumlah pernyataan lama sang kreator konten menjadi sorotan. Salah satunya ketika Sara berbicara mengenai arti memaafkan, melepaskan, dan tidak menyimpan dendam dalam menjalani kehidupan.
Baca Juga
Sara diketahui telah mendaftarkan gugatan cerai terhadap Demian Aditya ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 8 September 2026. Perkara tersebut kemudian memasuki agenda sidang perdana pada Kamis, 24 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah kabar keretakan rumah tangga yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade itu, pernyataan Sara mengenai pentingnya berdamai dengan masa lalu kembali menarik perhatian.
Baca Juga
Pernyataan tersebut disampaikan Sara dalam sebuah wawancara ketika membahas pengalamannya sebagai kreator konten. Selama menjalani aktivitas tersebut, ia mengaku tidak hanya mendapatkan cerita mengenai hal-hal mistis, tetapi juga banyak pelajaran tentang kehidupan manusia.
Salah satu hal yang menurut Sara paling membekas adalah bagaimana seseorang menghadapi kemarahan dan dendam.
Baca Juga
"Karena jadi manusia nyangkut tuh seperti apa sih? Kita kan kalau marah kadang-kadang kita punya, pasti manusia punyalah dendam gitu ya," ujar Sara Wijayanto di Jakarta Selatan, belum lama ini.
Dari berbagai pengalaman yang ditemuinya, Sara mengatakan dirinya justru belajar untuk memiliki hati yang lebih lapang. Ia menyebut kemampuan memaafkan menjadi salah satu pelajaran penting yang ia dapatkan.
"Nah, itu aku belajar dari mereka gimana caranya supaya punya hati lebih besar, bisa lebih memaafkan," kata Sara.
Menurut Sara, seseorang bisa terus terikat pada masa lalu apabila masih menyimpan kemarahan atau dendam. Karena itu, ia memandang proses melepaskan sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup.
Sara kemudian menceritakan salah satu pengalaman yang menurutnya memberikan pelajaran tersendiri. Ia mengaku pernah bertemu sosok yang masih memiliki keinginan untuk mendengar permintaan maaf dari orang yang dicintainya semasa hidup.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ada satu (sosok), dia hanya mau mendengar kata maaf dari orang yang dia sayangi. Tapi itu tidak pernah terjadi," ujar Sara.
Pengalaman tersebut membuat Sara semakin memahami bahwa tidak semua hal dalam hidup bisa menunggu penyelesaian dari orang lain.
Halaman Selanjutnya
Ia menilai seseorang terkadang harus mampu mengambil keputusan untuk melepaskan, bahkan ketika permintaan maaf maupun penjelasan yang diharapkan tak kunjung datang.