Sambut Hari Penglihatan Sedunia, Andrew Susanto Ingatkan Aturan 20-20-20 untuk Kesehatan Mata
Liputan6.com, Jakarta - Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day, kembali diperingati pada bulan Oktober. Tepatnya pada hari Kamis minggu kedua bulan Oktober yang pada tahun ini jatuh pada 8 Oktober 2026 lalu. Momen ini pula dimanfaatkan oleh Andrew Susanto, yang memang dikenal sebagai salah satu influencer yang fokus mengampanyekan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam pesan tertulisnya, Andrew menyebut momen World Sight Day 2026 ingin ia gunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan mata merupakan bagian penting dari kualitas hidup. Karenanya, sangat perlu mendapatkan perhatian.
“Kami juga ingin mengingatkan bahwa gangguan penglihatan dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia maupun latar belakang,” kata dia.
Andrew Susanto kemudian menekankan bahwa menjaga kesehatan mata sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. "Pertama, lakukan pemeriksaan mata secara berkala, meskipun tidak merasakan keluhan. Sebab, beberapa gangguan mata bisa berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal,” tuturnya.
Hal lain yang ia tegaskan, adalah aturan 20-20-20. Apa itu?
Aturan dalam Penggunaan Gadget
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5035396/original/006125400_1733319696-Andrew_Susanto_1.jpg)
Perbesar
Rupanya hal ini adalah aturan untuk menggunakan komputer atau gadget yang “ramah mata”. “Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. Ini membantu mengurangi kelelahan mata akibat menatap layar terlalu lama,” tuturnya.
Selain aturan ini, ia juga mengungkap hal lain yang perlu diperhatikan saat menggunakan gadget.
“Ketiga, pastikan pencahayaan saat membaca cukup, jaga jarak pandang yang nyaman, dan hindari menggunakan gadget terlalu dekat dengan mata,” tuturnya.
Pentingnya Aktivitas Luar Ruangan
Sebagian pekerjaan memang mengharuskan seseorang untuk tetap berada di dalam ruangan. Namun, Andrew menekankan pentingkan mengambil waktu untuk berada di luar ruangan.
“Kita juga perlu meluangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, karena waktu di luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya rabun jauh atau myopia,” ia menjelaskan.
Hal lain yang perlu diperhatikan, adalah pola hidup yang sehat. "Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup tidur, dan gunakan pelindung mata sesuai kebutuhan," tuturnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
“Yang tidak kalah penting, jangan mengabaikan perubahan penglihatan sekecil apa pun. Jika penglihatan tiba-tiba menurun atau muncul keluhan yang tidak biasa, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan mata,” ia melanjutkan.