Sambut hari pariwisata, Kaltim gelar Mahakam Mask Carnival - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda, Kaltim (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) akan menggelar Mahakam Mask Carnival di Kota Samarinda sebagai wadah ekspresi seni sekaligus memperingati Hari Pariwisata Sedunia.
"Karnaval budaya ini dijadwalkan pada 27 September 2026 dengan melibatkan sekitar 1.150 peserta yang menampilkan beragam kreasi topeng, kostum unik, serta seni pertunjukan modern maupun tradisional," kata Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal di Samarinda, Kaltim, Rabu.
Menurut dia, kegiatan ini mengusung tema "Digital Agendas and Artificial Intelligence for Redesigned Tourism" dengan 1.150 peserta tersebut tergabung dalam 20 kelompok dan tujuh grup.
"Kegiatan ini dirancang sebagai panggung terbuka yang memberikan ruang luas bagi komunitas, pelajar, pegiat seni dan budaya, serta masyarakat umum untuk menampilkan karya kreatif," jelas Faisal.
Faisal menjelaskan peserta diberikan keleluasaan mengembangkan karakter, topeng, maupun kostum sesuai gagasan masing-masing, baik mengambil inspirasi dari kekayaan budaya nusantara maupun konsep modern yang unik dan atraktif.
"Kami ingin memberi ruang kepada komunitas untuk berekspresi. Tidak hanya topeng tradisional, tetapi juga berbagai kreasi yang menarik dan menghibur masyarakat," ujarnya.
Dengan konsep ini, ruang publik diubah menjadi panggung bersama yang mana masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan bagian penting dari pertunjukan.
Rute Mahakam Mask Carnival akan mengambil titik awal di Kantor PT Pelindo, kemudian bergerak menyusuri Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Gunung Kinibalu, dan Jalan Jenderal Sudirman, sebelum berakhir di Kantor Gubernur Kalimantan Timur Kantor Gubernur Kaltim.
Total jarak yang ditempuh sekitar 1,1 kilometer. Setibanya di halaman Kantor Gubernur Kaltim, setiap kelompok diberikan waktu sekitar tiga menit untuk menampilkan performa di panggung atraksi.
"Rutenya sengaja dibuat pendek agar peserta tidak kelelahan, terutama mereka yang menggunakan kostum besar. Jadi fokusnya bukan pada jarak tempuh, tetapi pada kualitas pertunjukan," jelas Faisal.
Berbagai atraksi yang disiapkan untuk menyemarakkan kegiatan ini di antaranya parade marching band pelajar, pertunjukan pencak silat dari berbagai perguruan, serta parade komunitas budaya dan kreatif.
Dispar Kaltim menilai keterlibatan pelajar dan generasi muda sangat penting agar kreativitas mereka dapat berkembang menjadi karya seni pertunjukan yang bernilai budaya sekaligus memiliki potensi ekonomi kreatif.
Selain karnaval, semarak Hari Pariwisata Sedunia di Kaltim juga diisi dengan aksi membersihkan destinasi wisata secara serentak di 10 kabupaten/kota se-Kaltim hasil koordinasi dengan dinas pariwisata daerah setempat.
Fasial menegaskan kegiatan ini diharapkan bisa membangun kesadaran baik pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan demi mewujudkan pariwisata Kaltim yang berkualitas.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.