Samarinda gandeng Pegadaian konversi sampah dari sekolah jadi emas - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur berkolaborasi dengan PT Pegadaian Area Samarinda untuk mengatasi volume sampah harian yang mencapai 800 ton per hari melalui program konversi sampah dari sekolah menjadi tabungan emas.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri di Samarinda, Rabu, menjelaskan salah satu fokus kolaborasi yang menjadi perhatian utama pemerintah kota (pemkot) adalah pengelolaan sampah berbasis sekolah.
Saat ini terdapat sekitar 100 bank sampah yang tersebar di 10 kecamatan di Samarinda, yang pemanfaatan potensinya dapat dikolaborasikan bersama pihak sekolah dan PT Pegadaian.
"Langkah ini dinilai mendesak mengingat volume sampah domestik di Samarinda saat ini telah mencapai 600 hingga 800 ton per hari berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup," katanya saat menerima audiensi jajaran PT Pegadaian di Balai Kota Samarinda.
Dia mengharapkan sinergi penguatan bank sampah di lingkungan sekolah mampu menekan timbulan limbah sejak dari hulu.
Melalui skema tersebut, sampah yang dikumpulkan oleh para siswa tidak hanya mendukung kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga bernilai ekonomi karena dapat dikonversikan menjadi investasi berupa tabungan emas.
Langkah tersebut diharapkan mampu menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus literasi keuangan sejak dini kepada generasi muda.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Ibnu Araby mengapresiasi kontribusi konkret PT Pegadaian yang telah menyalurkan bantuan perbaikan dan perlengkapan sekolah di SDN 016 Desa Budaya Pampang melalui program Pegadaian Peduli Gold Generation.
"Semoga program serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Samarinda," katanya.
Deputi Bisnis (Vice President) PT Pegadaian Area Samarinda Andika Dwi Prasetyo menjelaskan sejumlah kontribusi yang telah berjalan meliputi program Sekolah Emas, edukasi investasi, program sosial, dan kegiatan lingkungan.
Pada pertemuan tersebut, PT Pegadaian juga mengharapkan dukungan pemkot untuk mempercepat tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) menjadi perjanjian kerja sama (PKS) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk komitmen program pembiayaan kendaraan bagi aparatur sipil negara (ASN).
Akselerasi PKS tersebut kini mulai berjalan di lapangan, salah satunya diinisiasi lewat sosialisasi produk layanan Pegadaian oleh Pemerintah Kecamatan Samarinda Utara untuk mengedukasi para aparatur di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
"Kami meminta dukungan Pemerintah Kota Samarinda agar ke depan kami bisa terus berkontribusi. Tidak hanya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga lewat edukasi, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan program Pegadaian lainnya yang memberi manfaat langsung," ujar Andika.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.