Sam Altman: Dampak Buruk AI Harus Dimaklumi Sebelum Rasakan Manfaatnya
Jakarta -
CEO OpenAI Sam Altman mengatakan dunia harus menerima dampak buruk AI sebelum merasakan manfaatnya. Ia tetap ingin AI diregulasi, tapi tidak terlalu ketat sampai menghambat pengembangan.
Dalam wawancara di podcast Decoded, Altman menyebut penipuan, peretasan, dan hal buruk lainnya yang terkait dengan AI sebagai sesuatu yang harus ditoleransi oleh masyarakat karena hal baik yang ditimbulkan akan jauh lebih banyak.
Altman menambahkan kesediaan untuk menerima dampak negatif AI dalam mengejar manfaat yang lebih luas merupakan perbedaan utama antara OpenAI dan pesaingnya Anthropic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kedua perusahaan ini tampak sejalan dalam menyerukan regulasi yang lebih ketat terhadap AI tingkat lanjut. Altman menekankan regulasi yang ketat masih diperlukan, tapi ia memposisikan OpenAI sebagai penengah antara pendekatan Anthropic yang lebih hati-hati dan perusahaan lain yang lebih memilih tidak ada regulasi sama sekali.
"Jika kita terlalu membatasi teknologi ini demi keselamatan, dan pada akhirnya sejumlah kecil perusahaan atau individu-atau mungkin satu negara-memegang terlalu banyak kendali atas hal ini, itu juga merupakan salah satu cara ini untuk mengacaukan ini," kata Altman, seperti dikutip dari The Verge, Selasa (6/10/2026).
Altman mengakui adanya ancaman risiko yang lebih ekstrem, termasuk kemungkinan manusia kehilangan kendali atas sistem AI. Namun, ia tidak ingin terburu-buru memikirkan masa depan tersebut.
Kekhawatiran tersebut semakin menguat dalam beberapa bulan terakhir setelah semakin banyak peneliti yang ingin pengembangan AI diperlambat. Akhir pekan lalu, peneliti keamanan OpenAI David Robinson mengundurkan diri dan menyebut budaya keselamatan di perusahaan tersebut sudah rusak.
Kekhawatiran juga dipicu laporan bahwa agen milik OpenAI lepas kendali dan meretas platform Hugging Face tanpa sepengetahuan mereka. Insiden itu diikuti dengan peretasan website milik pemerintah Australia dan Amerika Serikat.
Insiden tersebut memicu pertanyaan tentang seberapa andal perusahaan AI dalam mengendalikan produknya, dan seberapa cepat mereka memberi tahu dunia ketika terjadi masalah. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese belum lama ini mengecam OpenAI dan Altman karena baru memberi tahu insiden peretasan website layanan kesehatan Australia beberapa bulan setelah terjadi.
(vmp/rns)
TAGS
LIHAT LAINNYA