Rute Kelapa Gading-Manggarai aktif, jumlah rerata penumpang LRT naik
Sejak diresmikan Rabu (16/9) hingga Rabu (23/9) LRT Jakarta telah melayani hingga 91 ribu penumpang dengan rerata penumpang harian sebesar 11.300 orang
Jakarta (ANTARA) - PT LRT Jakarta mencatat dengan beroperasinya :LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai jumlah rerata penumpang harian mencapai 11.300 orang pada periode 16 hingga 23 September 2026 setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
“Sejak diresmikan Rabu (16/9) hingga Rabu (23/9) LRT Jakarta telah melayani hingga 91 ribu penumpang dengan rerata penumpang harian sebesar 11.300 orang,” kata Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, angka tersebut meningkat sebesar 166 persen dari rerata penumpang LRT Jakarta yang tercatat sebanyak 4.245 penumpang per hari hingga akhir Agustus 2026
Ia menambahkan layanan LRT Jakarta saat ini menghubungkan tiga wilayah kota administrasi Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga Jakarta Selatan, sehingga manfaat pengembangan konektivitas transportasi publik ini dirasakan masyarakat lebih luas.
Baca juga: Jumlah pengguna LRT Kelapa Gading-Manggarai capai 64.400 orang
Mulai Kamis (24/9) tarif LRT Jakarta Jakarta Kelapa Gading–Manggarai merata sebesar Rp5.000 dan beroperasi dengan selang waktu 15 menit. Layanan dimulai pukul 05.30 hingga 20.00 WIB. Lalu setelah pukul 20.00 WIB, layanan tetap beroperasi hingga pukul 23.00 WIB dengan rute Kelapa Gading–Velodrome.
Aditia Kesuma Negara mengatakan periode awal pengoperasian hingga Manggarai merupakan fase yang krusial bagi LRT Jakarta. Namun proses persiapan yang telah dilakukan pada beberapa tahapan turut mendukung kelancaran pengoperasian layanan hingga saat ini.
Setelah layanan mulai digunakan masyarakat, pihaknya terus memantau pola perjalanan dan kondisi operasional di lapangan.
“Kami menyadari bahwa dalam setiap tahap pengoperasian akan selalu ada ruang untuk melakukan penyempurnaan,” katanya.
Baca juga: Ketika Jakarta mulai menyatukan perjalanan
LRT Jakarta menyiapkan armada yang siap melayani kebutuhan perjalanan masyarakat dalam pengoperasian layanan dan pada waktu-waktu tertentu, jumlah Light Rail Vehicle (LRV) yang dioperasikan dapat disesuaikan untuk mengoptimalkan keterangkutan sesuai dengan pola perjalanan pengguna.
“Kami terus melihat kebutuhan di lapangan, termasuk pola perjalanan dan jumlah pengguna pada waktu tertentu. Penyesuaian jumlah LRV dilakukan sebagai bagian dari upaya kami untuk mengoptimalkan keterangkutan, dengan tetap memastikan kesiapan armada untuk mendukung operasional layanan,” ucapnya.
Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat selama masa awal pengoperasian, lanjutnya, menjadi salah satu bahan evaluasi bagi LRT Jakarta dalam melakukan penyesuaian secara bertahap. Pihaknya mengapresiasi masyarakat yang telah menggunakan layanan, sekaligus memberikan masukan selama masa awal pengoperasian.
“Kami akan terus mendengarkan dan memantau kondisi di lapangan agar dapat melakukan perbaikan yang diperlukan dan memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Baca juga: Jakpro minta maaf soal kendala mesin tap in-tap out LRT Jakarta
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.