Rusia Tegaskan Tak Tekan Iran untuk Kembali Negosiasi dengan AS
AKURAT.CO Rusia menegaskan tidak memberikan tekanan kepada Iran untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat (AS) guna mengakhiri perang kedua negara.
Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vasily Nebenzya mengatakan Iran merupakan negara berdaulat yang memiliki hak untuk menentukan sendiri langkah politik dan diplomatiknya.
Pernyataan itu disampaikan Nebenzya dalam konferensi pers di markas PBB, New York, Kamis.
Ketika ditanya apakah Moskow menggunakan hubungan dekatnya dengan Teheran untuk mendorong pemerintah Iran kembali bernegosiasi dengan Washington, Nebenzya membantahnya.
“Rusia, pada prinsipnya, tidak memberikan tekanan kepada siapa pun, baik Iran maupun negara lainnya. Iran adalah negara berdaulat; mereka memutuskan sendiri,” kata Nebenzya.
Rusia Bela Iran, Salahkan AS atas Perang
Nebenzya mengakui Rusia terus membahas konflik tersebut dengan Iran. Namun, ia menolak anggapan bahwa Iran bertanggung jawab atas pecah atau berlanjutnya perang dengan AS.
Ia justru menuding Washington sebagai pihak yang memulai konflik melalui apa yang disebutnya sebagai “agresi yang sembrono dan tidak beralasan” terhadap Iran.
Menurut Nebenzya, akar persoalan perang tidak berasal dari tindakan maupun kelambanan Iran.
Ia juga mempertanyakan alasan Iran harus disalahkan atas gagalnya kesepakatan yang sebelumnya dicapai melalui proses mediasi antara Washington dan Teheran.
“Saya kira bukan Iran yang menarik diri dari pemenuhan kesepakatan yang telah dicapai antara AS dan Iran dengan bantuan para mediator,” ujarnya.
Karena itu, Nebenzya menegaskan Rusia tidak melihat alasan untuk menyalahkan Iran atas situasi yang terjadi.
Rusia Tak Gentar Ancaman Sanksi Trump
Nebenzya juga ditanya mengenai pengumuman Presiden AS Donald Trump yang berencana meningkatkan tekanan terhadap perekonomian Iran.
Trump sebelumnya mengancam negara dan perusahaan yang tetap mempertahankan hubungan ekonomi maupun perdagangan dengan Teheran. Kebijakan tersebut berpotensi berdampak terhadap Rusia yang memiliki hubungan erat dengan Iran.