Rupiah Jumat menguat ke Rp18.022 dipicu penurunan harga minyak mentah - ANTARA News Jambi
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak menguat 89 poin atau 0,49 persen menjadi Rp18.022 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.111 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan penguatan rupiah dipicu harga minyak mentah yang cenderung menurun seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah dan tanda-tanda peningkatan arus lalu lintas di Selat Hormuz.
“Selat tersebut yang biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pengiriman global minyak mentah dan gas alam cair telah menjadi pusat perhatian pasar minyak karena sebagian besar wilayahnya terblokade sejak dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Sentimen lain berasal dari keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah yang sesuai perkiraan. Ketua The Fed Kevin Warsh disebut tidak memberikan sinyal yang jelas mengenai rencana bank sentral tersebut terkait inflasi dan suku bunga.
Namun, keputusan The Fed tersebut tak diambil secara bulat, karena terdapat tiga pembuat kebijakan terlihat mendesak kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah inflasi yang sulit turun.
Kemudian, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS bulan Juni yang lebih rendah dari perkiraan membantu dalam meredakan kekhawatiran mengenai tingginya inflasi dan suku bunga.
“Data ini merupakan indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed. Akan tetapi, indeks inti PCE masih berada jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen, dan pasar terlihat sudah memperhitungkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga oleh The Fed pada akhir tahun ini," ujar Ibrahim.
Baca juga: CORE: Dampak pengunduran diri Gubernur BI terhadap rupiah terbatas
Baca juga: Ekonom Bank Danamon proyeksikan BI-Rate 6,25 persen akhir 2026
Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi menguat jadi Rp18.074 per dolar AS
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.