RSUD Ainun Habibie tingkatkan kompetensi layanan rehabilitasi medik - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, menargetkan peningkatan kapasitas layanan rehabilitasi medik seiring penerapan sistem rumah sakit berbasis kompetensi.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD Hasri Ainun Habibie dr Jufri Febriyanto Poetra Sp KFR di Gorontalo, Minggu mengatakan pengembangan layanan akan difokuskan pada peningkatan sumber daya manusia, sarana dan prasarana rehabilitasi medik.
"Harapannya paling tidak rumah sakit ini dapat berada pada tingkat kompetensi madya atau utama sehingga mampu mendukung peran sebagai rumah sakit rujukan provinsi," katanya.
Ia menjelaskan dalam sistem rumah sakit berbasis kompetensi, klasifikasi pelayanan ditentukan berdasarkan kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan alat kesehatan, serta fasilitas penunjang.
Saat ini instalasi rehabilitasi medik telah memenuhi standar minimum rumah sakit tipe C dengan dukungan tiga tempat tidur terapi, tujuh alat modalitas terapi fisik, serta peralatan terapi latihan.
Meski demikian, menurutnya masih diperlukan penambahan tempat tidur terapi, alat rehabilitasi, serta tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengatakan instalasi rehabilitasi medik saat ini didukung dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi bersama dua fisioterapis, sementara kebutuhan tenaga terapis okupasi dan terapis wicara masih menjadi bagian dari rencana pengembangan layanan.
"Layanan rehabilitasi medik bersifat komprehensif karena menggabungkan pemberian obat, terapi fisik menggunakan berbagai modalitas, serta terapi latihan yang disesuaikan dengan kondisi pasien," katanya.
Penguatan layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemulihan pasien yang mengalami gangguan fungsi dan gerak, seperti stroke, patah tulang, nyeri sendi, nyeri tulang belakang, maupun jepitan saraf.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.