RSMS Purwokerto digitalisasi layanan informasi publik melalui DARA
RSMS Purwokerto digitalisasi layanan informasi publik melalui DARA
Sabtu, 1 Agustus 2026 14:34 WIB
Kepala Bagian Umum RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto Darmini menjelaskan mekanisme layanan informasi publik melalui DARA (Digital Assistance RS Margono) di RSMS Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendigitalisasi layanan informasi publik melalui DARA (Digital Assistance RS Margono) guna memudahkan masyarakat mengakses informasi rumah sakit secara cepat, akurat, dan selama 24 jam.
Kepala Bagian Umum RSMS Darmini di Purwokerto, Sabtu, mengatakan DARA dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan informasi yang mudah diakses karena selama ini banyak pertanyaan yang diterima rumah sakit bersifat berulang.
"Selama ini masyarakat selalu bertanya macam-macam dan ternyata pertanyaannya berulang. Pertanyaan yang bisa dijawab melalui chatbot sehingga masyarakat tidak perlu menunggu balasan dari customer service," katanya.
Sebelumnya, kata dia, seluruh pertanyaan masyarakat dilayani oleh petugas customer service yang memiliki keterbatasan jam operasional sehingga respons tidak selalu dapat diberikan secara langsung, terutama pada malam hari maupun saat hari libur.
Melalui DARA, lanjut dia, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu kapan saja karena sistem akan memberikan jawaban secara otomatis sesuai kebutuhan pengguna.
Dia mengatakan informasi yang tersedia meliputi profil rumah sakit, jenis pelayanan kesehatan, jadwal praktik dokter, dokter yang bertugas pada hari tertentu, hingga berbagai materi edukasi kesehatan bagi pasien dan masyarakat.
"Pasien tinggal memilih layanan yang diinginkan. Sistem akan memberikan jawaban secara otomatis sesuai informasi yang dibutuhkan," katanya.
Selain menjadi sarana penyedia informasi publik, kata dia, DARA juga terintegrasi dengan nomor WhatsApp Business resmi RSMS yang selama ini digunakan untuk mengirim notifikasi kepada pasien.
Dia mengatakan nomor tersebut sebelumnya hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi satu arah melalui broadcast dan notifikasi pendaftaran.
Akan tetapi saat sekarang masyarakat juga dapat mengirimkan pertanyaan ke nomor yang sama dan memperoleh jawaban otomatis sehingga komunikasi berlangsung dua arah.
Dia mengatakan layanan customer service RSMS sebelumnya menerima sekitar 50 pertanyaan setiap hari, bahkan bisa mencapai 100 pesan masuk pada hari libur.
"Berdasarkan evaluasi kami, sebagian besar pertanyaan tersebut berulang sehingga dapat dijawab secara otomatis melalui DARA. Dengan demikian, masyarakat memperoleh informasi lebih cepat sekaligus mengurangi beban petugas customer service," katanya.
Menurut dia, pengembangan DARA merupakan bagian dari transformasi digital RSMS untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola rumah sakit berbasis teknologi.
Dia mengatakan inovasi tersebut mendukung tata kelola rumah sakit, manajemen komunikasi dan informasi, peningkatan mutu serta keselamatan pasien, pelayanan yang berfokus pada pasien, serta transformasi digital yang mendorong efisiensi proses dan keterlacakan informasi.
Dia mengharapkan kehadiran DARA yang diluncurkan secara resmi pada Jumat (31/7) dapat mewujudkan layanan informasi yang lebih cepat, akurat, mudah diakses, dan berkualitas sehingga meningkatkan kepuasan masyarakat serta mendukung terwujudnya RSUD Prof Dr Margono Soekarjo sebagai rumah sakit yang modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Yang pasti, DARA bukan untuk konsultasi medis, tidak memberikan diagnosis ataupun keputusan medis, dan tidak digunakan untuk mengakses data pribadi atau rekam medis pasien. Seluruh pertanyaan yang bersifat klinis akan langsung dialihkan atau dieskalasikan ke unit yang berwenang," kata Darmini.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.