gop-crypto.vip

RI--Papua Nugini sepakat bentuk Komisi Gabungan

RI--Papua Nugini sepakat bentuk Komisi Gabungan

Selasa, 28 Juli 2026 16:02 WIB

Image Print

Menteri Luar Negeri RI Sugiono (kanan) dan Menteri Luar Negeri Papua Nugini Justin Tkatchenko di sela-sela ASEAN Foreign Ministers' Meeting (AMM) dan Post-Ministerial Conference and Related Meetings (PMC) di Manila, Filipina, Jumat (24/7/2027). (ANTARA/HO-Kemlu RI)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Papua Nugini sepakat menyelenggarakan Joint Ministerial Commission (JMC) untuk menguatkan kemitraan strategis kedua negara pada awal September 2026 di Jakarta.

Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Senin, hal itu disepakati oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Papua Nugini Justin Tkatchenko di sela-sela ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) dan Post-Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina.

Joint Ministerial Commission akan menjadi wadah utama untuk meninjau capaian kerja sama bilateral secara menyeluruh serta menetapkan arah kemitraan kedua negara ke depan.

Kedua menteri juga membahas rencana kunjungan tingkat tinggi, termasuk harapan Papua Nugini atas kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Papua Nugini pada awal 2027.

Kedua menteri juga menekankan pentingnya percepatan implementasi berbagai perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani, antara lain di bidang pertahanan dan pengelolaan perbatasan, guna memastikan kerja sama tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, terutama di wilayah perbatasan.

Terkait bidang kerja sama pembangunan, kedua pihak membahas keberlanjutan program bantuan Indonesia untuk renovasi rumah sakit di Papua Nugini.

“Indonesia adalah mitra pembangunan bagi Papua Nugini. Komitmen kami adalah memastikan kerja sama ini terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Nugini,” kata Sugiono.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Papua Nugini Justin Tkatchenko kembali menegaskan dukungan penuh Pemerintah Papua Nugini terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.

Kedua menteri pun menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral yang bersahabat dan saling menguntungkan antara kedua negara bertetangga.

Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.