gop-crypto.vip

Rektor UNG apresiasi dosen tempuh program doktor double degree - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Profesor Eduart Wolok mengapresiasi keikutsertaan dosen di kampus tersebut, dalam program doktoral double degree.

Menurutnya di Gorontalo, Senin, kesempatan menempuh pendidikan lanjut di perguruan tinggi terkemuka menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen, yang harus bermuara pada penguatan mutu pendidikan dan pengembangan institusi.

Eduart menekankan kompetensi yang diperoleh dosen melalui pendidikan doktoral, diharapkan tidak berhenti pada individu, tetapi dapat ditransfer melalui kegiatan pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah dan berbagai aktivitas akademik yang bermanfaat bagi mahasiswa serta pengembangan program studi.

“Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu langkah pengembangan sumber daya manusia UNG, melalui pendidikan bertaraf internasional,” katanya.

Dengan penguatan kompetensi dosen dan perluasan jejaring akademik, UNG terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan inovatif, kolaboratif dan kompetitif sebagai bagian dari upaya mewujudkan universitas unggul dan berdaya saing.

Kesempatan menimba ilmu di dua perguruan tinggi Indonesia dan Inggris, menjadi langkah penting bagi dosen UNG Abdi Gunawan Djafar dalam memperdalam keilmuan sekaligus memperluas pengalaman riset bertaraf internasional.

Dosen Jurusan S1 Arsitektur dan Program Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung tersebut, kini menempuh pendidikan doktor melalui program double degree hasil kolaborasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Loughborough University (LU), Inggris.

Pendidikan doktoral Abdi didukung beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) skema double degree dari kementerian terkait, dengan pendanaan penuh.

Program ini dirancang selama tiga tahun atau 36 bulan, dengan pembagian masa studi dan riset di kedua institusi untuk memberikan pengalaman akademik lintas lingkungan pendidikan dan penelitian.

Memulai studi doktoral pada 2025, Abdi menjalani perkuliahan dan pendalaman teori selama 12 bulan di ITB.

Tahap berikutnya adalah riset intensif selama 18 bulan di School of Architecture, Building and Civil Engineering, Loughborough University.

Setelah itu, ia dijadwalkan kembali ke ITB selama enam bulan untuk menuntaskan tahap akhir penyusunan disertasi.

Abdi memusatkan perhatian pada bidang Sains dan Teknologi Bangunan. Penelitian ini dibimbing oleh tim promotor dari ITB dan Loughborough University, sehingga membuka ruang untuk mengintegrasikan perspektif keilmuan, pendekatan penelitian dan pengalaman akademik dari dua institusi.

Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama studi di Indonesia dan Inggris, diharapkan dapat dibawa kembali ke kampus untuk memperkuat pembelajaran dan penelitian di Fakultas Teknik UNG, khususnya pada bidang arsitektur dan teknologi bangunan.

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.