Realisasi PNBP PPN Prigi Trenggalek capai Rp197,78 juta per 13 Agustus - ANTARA News Jawa Timur
Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA) dari kegiatan pascaproduksi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mencapai Rp197,78 juta atau 65,93 persen dari target Rp300 juta per 13 Agustus 2026.
Ketua Tim Kerja Operasional Pelabuhan PPN Prigi Hardi Widiyanto, Sabtu, mengatakan capaian tersebut berasal dari mekanisme PNBP pascaproduksi yang menghitung kewajiban berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan dan dilaporkan oleh pelaku usaha perikanan.
"PPN Prigi dari target Rp300 juta sampai saat ini sudah mencapai 65,93 persen. Data tersebut merupakan capaian sampai 13 Agustus," kata Hardi di Trenggalek.
Penerapan skema pascaproduksi merupakan bagian dari implementasi program Penangkapan Ikan Terukur (PIT).
Melalui mekanisme tersebut, besaran PNBP dihitung berdasarkan produksi perikanan yang sebenarnya, sehingga membutuhkan pengawasan dan validasi terhadap hasil tangkapan yang didaratkan.
Syahbandar PPN Prigi Trias mengatakan pengawasan dilakukan secara terintegrasi melalui sistem E-PIT yang menghubungkan proses kedatangan kapal, pemeriksaan dokumen, rekomendasi pembongkaran, pendataan hasil tangkapan hingga pelaporan dan validasi PNBP.
"Setelah kapal datang, kami melakukan verifikasi dokumen dan menerbitkan surat tanda bukti lapor kedatangan kapal. Selanjutnya dilakukan rekomendasi bongkar, pendataan ikan, pelaporan mandiri PNBP, kemudian data tersebut kami validasi," ujarnya.
Menurut Trias, mekanisme tersebut memungkinkan petugas melakukan koreksi apabila terdapat ketidaksesuaian antara hasil tangkapan yang dilaporkan dengan hasil pendataan di lapangan. Kekurangan pembayaran PNBP kemudian dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Di PPN Prigi saat ini terdapat empat kapal purse seine (gardan) yang telah menerapkan mekanisme pascaproduksi serta sekitar 10 kapal pancing tonda. Kapal terbesar yang saat ini melakukan aktivitas tersebut memiliki ukuran 99 GT.
Secara keseluruhan, capaian PNBP dari wilayah kerja pelabuhan yang berada dalam binaan PPN Prigi hingga 13 Agustus 2026 mencapai Rp17,155 miliar atau 43,65 persen dari target gabungan Rp39,3 miliar. Wilayah kerja tersebut mencakup sejumlah pelabuhan perikanan di pesisir selatan Jawa Timur hingga Banyuwangi.
Hardi mengatakan besarnya capaian PNBP di masing-masing pelabuhan dipengaruhi antara lain jumlah kapal, ukuran kapal, serta volume produksi yang didaratkan. Pelabuhan dengan aktivitas kapal berukuran besar memiliki potensi penerimaan yang lebih tinggi.
Penerapan sistem pascaproduksi dan E-PIT diharapkan memperkuat tertib administrasi sekaligus memastikan penerimaan negara dari pemanfaatan sumber daya perikanan dihitung berdasarkan hasil produksi yang sebenarnya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.