gop-crypto.vip

Realisasi penyaluran beras program SPHP Lampung capai 18.712 ton

Realisasi penyaluran beras program SPHP Lampung capai 18.712 ton

Jumat, 4 September 2026 19:55 WIB

Image Print

Ilustrasi- Stok beras SPHP yang ada di salah satu pasar tradisional di Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung menyatakan bahwa realisasi penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di wilayahnya telah mencapai 18.712 ton.

"Stok beras milik pemerintah dengan kriteria beras medium yang ada di Lampung itu jumlahnya mencapai 232.887 ton, dan dari stok ini kami ditugaskan untuk melakukan penyaluran," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Lampung Rindo Safutra di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan penyaluran itu dilakukan melalui dua opsi yakni melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan serta melalui program bantuan pangan.

"Dalam kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan, beras medium itu ditargetkan dapat tersalur dalam satu tahun sebanyak 17.924 ton," katanya.

Realisasi penyaluran beras program SPHP hingga Kamis (3/9) telah mencapai 18.712 ton atau memiliki persentase sebesar 104 persen dari target yang ditentukan.

"Meskipun sudah mencapai 104 persen, kami masih terus melanjutkan penyaluran sesuai kebutuhan dari Provinsi Lampung, sebab ini adalah arahan dari pusat," ucap dia.

Menurut dia, terdapat kenaikan jumlah penyaluran beras medium dalam program SPHP sejak Juli hingga Agustus.

Pada Juli, realisasi stabilisasi pasokan dan harga pangan hanya 4.183 ton lalu meningkat signifikan di Agustus menjadi 6.193 ton.

"Lalu rata-rata penjualan stabilisasi pasokan dan harga pangan per hari mencapai 300-350 ton, dan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan ini disalurkan melalui berbagai saluran," tambahnya.

Ia mengatakan penyaluran beras SPHP dilakukan melalui pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang dikerjasamakan dengan pemerintah daerah, melalui Rumah Pangan Kita (RPK).

"Kemudian menyasar ke berbagai pasar tradisional, dan kios yang tersebar di seluruh pasar di 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung," ujar dia.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.