gop-crypto.vip

Ratusan pasangan terpilih ikuti Hope Festival ASHA IVF Indonesia - ANTARA News Jawa Timur

kami ingin memberikan harapan yang bukan sekadar harapan kosong

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 400 pasangan terpilih mengikuti Hope Festival dari total 2.916 pasangan yang mendaftar untuk mendapatkan edukasi dan pendampingan terkait fertilitas, yang digelar ASHA IVF Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

Direktur Utama ASHA IVF Indonesia Dr. dr. Amang Surya Priyanto, Sp.OG, F-MAS mengatakan kegiatan dalam rangka ulang tahun keempat ASHA IVF Indonesia tersebut bertujuan membantu pasangan memahami kondisi kesuburan dan menentukan penanganan yang sesuai.

"Melalui Hope Festival ini, kami ingin memberikan harapan yang bukan sekadar harapan kosong, tetapi berdasarkan data dan solusi yang tepat," kata dr. Amang disela kegiatan yang digelar di Hotel Vasa Surabaya.

Menurut dia, pemahaman mengenai kondisi fertilitas penting agar pasangan tidak salah menentukan penanganan, terutama bagi mereka yang memiliki peluang keberhasilan lebih rendah akibat usia maupun keterbatasan jumlah sel telur.

Ia menyebut lebih dari 60 persen pasien ASHA IVF Indonesia memiliki prognosis kurang baik atau poor prognosis, antara lain karena usia di atas 35 tahun dan keterbatasan jumlah sel telur, sehingga memerlukan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak menghalangi ASHA IVF Indonesia untuk memberikan layanan fertilitas dengan dukungan teknologi dan kompetensi tenaga medis yang mampu bersaing dengan klinik di luar negeri.

"Kami ingin menunjukkan bahwa klinik IVF di Indonesia, terutama ASHA IVF Indonesia, tidak kalah dari luar negeri," ucapnya.

Sementara itu, Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi ASHA IVF Indonesia dr. Ali Mahmud, Sp.OG(K)-FER mengatakan keberhasilan program kehamilan tidak hanya dipengaruhi faktor medis, tetapi juga kondisi finansial, emosional, dan dukungan keluarga.

"Program bayi tabung itu kompleks, bukan hanya dari segi medis, tetapi juga finansial, emosi, keluarga, dan lingkungan masyarakat," katanya.

Ia mencontohkan pasien asal Trenggalek yang berhasil hamil setelah 25 tahun menikah dan menjalani penanganan di ASHA IVF Indonesia.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan dan akses terhadap layanan fertilitas agar pasangan dapat menemukan pilihan penanganan yang sesuai.

"Kami memberikan harapan bukan hanya harapan kosong, tetapi berdasarkan data dan penyelesaian yang ada," tuturnya.

Selain edukasi dan konsultasi dokter, Hope Festival menghadirkan Grand Hope Draw yang menyediakan satu program bayi tabung gratis dan tiga program inseminasi gratis bagi pasangan terpilih. 

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.