Buka Konferensi IIA 2026, Angela Simatupang: Internal Audit Harus Jadi Pilar Kepercayaan
Kamis, 27 Agustus 2026, 18:22 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
President of The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia Angela Simatupang menegaskan peran auditor internal di perusahaan maupun institusi publik tidak lagi cukup sebatas memastikan kepatuhan terhadap aturan.
Menurut Angela, Internal Audit harus mampu menjadi pilar yang membantu organisasi membangun kepercayaan melalui tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal yang efektif.
Hal tersebut disampaikan Angela saat membuka IIA Indonesia National Conference 2026 di Surabaya, Rabu (19/8/2026). Konferensi tersebut diikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai institusi.
Angela mengatakan kepercayaan publik dan investor tidak dibangun hanya melalui pernyataan bahwa organisasi telah memenuhi aturan. Kepercayaan harus ditopang keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan serta sistem pengendalian internal yang benar-benar berjalan.
"Internal Audit tidak menciptakan confidence (kepercayaan) dengan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Tugas kita adalah membantu memastikan bahwa organisasi dan institusi kita memang layak untuk dipercaya," ujar Angela, yang juga menjabat Senior Partner dan Chief Strategy Officer RSM Indonesia.
Menurut Angela, meski auditor internal kini dituntut berperan sebagai penasihat strategis atau trusted advisor, independensi dan objektivitas tetap menjadi fondasi profesi.
Ia menilai penilaian profesional atau professional judgement juga harus tetap dijaga agar rekomendasi Internal Audit memiliki nilai bagi pimpinan dan pemangku kepentingan.
Keberanian Auditor di Era AI
Angela juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin banyak digunakan dalam pekerjaan audit.
Menurut dia, AI dapat membantu auditor mengolah data dalam jumlah besar dan mengidentifikasi anomali dengan lebih cepat. Namun, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan keberanian profesional dalam menyampaikan temuan kepada pimpinan.
“AI dapat membantu kita menemukan jawaban dengan lebih cepat. Namun, AI tidak akan memikul konsekuensi dari keberanian kita menyampaikan sesuatu yang mungkin tidak ingin didengar pimpinan. Tanggung jawab itu tetap berada pada kita,” katanya.
Karena itu, Angela menilai kompetensi auditor internal di masa depan tidak cukup hanya mengandalkan sertifikasi dan keterampilan digital.
Integritas, empati, serta keberanian moral dinilai tetap menjadi bagian penting dari kompetensi profesional auditor internal.
Dorong Penggunaan Standar Global
Angela juga mendorong profesional Internal Audit di Indonesia menggunakan standar global sebagai tolok ukur dalam menjalankan profesinya.
Sebagai anggota International Internal Audit Standards Board pada periode 2019–2025 yang turut menyusun Global Internal Audit Standards (GIAS), Angela menilai perbedaan konteks hukum dan tata kelola di Indonesia tidak seharusnya menjadi alasan untuk menurunkan standar profesional.
IIA Indonesia telah menerbitkan Statement of Position untuk membantu organisasi di Indonesia menyelaraskan prinsip global dengan ketentuan dan regulasi lokal.
“Kalau kita ingin profesional Indonesia diakui mampu bersaing, kita juga harus berani diukur dengan benchmark global. Saya tidak ingin Indonesia hanya menjadi negara yang selalu belajar dari praktik terbaik dunia. Saya ingin Indonesia juga ikut membentuknya,” ujar Angela.
Konferensi IIA Indonesia 2026 mengusung tema “Beyond Assurance: From Compliance to Confidence” dan berlangsung selama dua hari pada 19–20 Agustus 2026.
Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ekonomi, geopolitik, budaya risiko, hingga masa depan profesi Internal Audit di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.