Rally for Environment Terapkan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R |Republika Online
Peserta membuang sampah sesuai jenis sampah di area lapangan padel dalam acara Padel For Environment di Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Republika menggelar kompetisi padel bertajuk Padel For Environment dalam rangkaian acara ESG Now Movement 2026 yang diikuti oleh puluhan pemain padel dengan memperebutkan hadiah senilai jutaan rupiah. Selain pertandingan padel, kegiatan ESG Now Movement 2026 kali ini juga menggelar ruang edukasi terkait gaya hidup yang berkelanjutan dengan menyumbangkan bibit pohon.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rally for Environment yang diselenggarakan Republika menerapkan pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, dan recycle (3R). Pengelolaan sampah dalam kegiatan yang berlangsung di Field of Paradise, Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (12/9/2026), tersebut dilakukan bersama Waste4Change.
Perwakilan Waste4Change, Rama, mengatakan pihaknya tidak hanya mengangkut sampah yang dihasilkan dalam sebuah kegiatan, tetapi juga mengelolanya agar dapat dimanfaatkan kembali. Sampah yang telah dipilah nantinya dapat digunakan kembali, dijual kembali, atau diolah menjadi produk seperti briket.
"Jadi kita nggak hanya ngangkut sampah doang, tapi kita juga ngelola sampahnya. Jadi sampah itu ketika sampai di TPA itu hanya residunya aja. Jadi benar-benar kita kelola secara maksimal juga dengan konsep reuse, recycle, dan juga reduce," ujar Rama saat ditemui dalam kegiatan Rally for Environment, Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan sampah yang terkumpul dalam Rally for Environment akan dibawa ke fasilitas pengolahan Waste4Change untuk dipisahkan berdasarkan jenisnya. Proses pemilahan tersebut menjadi tahap awal untuk menentukan pemanfaatan sampah berikutnya.
"Iya, untuk di kegiatan ini nantinya sampah-sampah yang ada di sini itu kan akan masuk ke fasilitas pengolahan kami, akan dipisahkan. Lalu nanti dari pemisahannya itu nanti ada yang bisa digunakan kembali, ada yang memang dijual kembali, ada yang diolah jadi briket juga seperti itu kurang lebih," kata Rama.
Menurut dia, Waste4Change telah menjalankan layanan pengelolaan sampah selama sekitar 10 hingga 11 tahun. Layanan tersebut tidak hanya menyasar event, tetapi juga kantor dan kawasan perumahan yang membutuhkan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
Rama mengatakan upaya pengelolaan sampah perlu dimulai dengan mengurangi timbulan sampah. Masyarakat juga dapat melakukan langkah sederhana seperti membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan wadah minuman sekali pakai.
"Yang pasti adalah sampah itu masalah yang selalu ada. Ada di sekitar kita. Nah, gimana caranya kita bisa meminimalisir pertama-tama dengan konsep reduce ya. Jadi kita mengurangi sampah, bawa tumbler seperti itu tuh gerakan yang oke," ujarnya.