gop-crypto.vip

Rahmat Erwin sebut emas Asian Games 2026 terasa berbeda

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah menyebut medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terasa berbeda dibandingkan medali emas yang diraihnya pada ajang-ajang sebelumnya karena kini ada sosok kecil yang turut memberikan dukungan kepadanya.

Peraih medali emas Asian Games Hangzhou 2022 itu mengatakan kehadiran anak dalam kehidupannya menjadi salah satu hal yang membuat keberhasilan mempertahankan gelar juara di Aichi-Nagoya memiliki makna tersendiri.

"Yang ini beda sih ya, karena ini sekarang event terbesar ya. Karena terakhir kan SEA Games, nah sekarang Asian Games," kata Rahmat seusai pertandingan di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu.

"Bedanya sama yang dulu-dulu, sekarang sudah ada yang dukung si kecil begitu, jadi berbeda."

Rahmat memastikan medali emas tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dipersembahkan untuk keluarga yang selama ini memberikan dukungan dalam perjalanan kariernya sebagai atlet angkat besi.

"Untuk anak, sama istri, sama orang tua di rumah," kata lifter berusia 25 tahun tersebut.

Rahmat meraih emas setelah membukukan total angkatan 366 kilogram dari hasil snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram.

Ia harus melalui persaingan ketat hingga kesempatan terakhir. Pada sesi snatch, Rahmat mengawali perlombaan dengan angkatan 155 kilogram, kemudian berhasil mengangkat 158 kilogram dan 160 kilogram.

Lifter Korea Utara Ri Chong Song memberi tekanan setelah berhasil mengangkat 162 kilogram. Persaingan semakin sengit ketika memasuki sesi clean and jerk.

Ri membuka sesi tersebut dengan angkatan 195 kilogram yang sekaligus menjadi rekor Asian Games. Setelah itu, lifter Thailand Weeraphon Wichuma mengangkat 200 kilogram dan mencatatkan rekor dunia.

Rahmat kemudian menjawab tantangan tersebut dengan sukses mengangkat 201 kilogram sehingga menciptakan rekor dunia baru.

Namun, persaingan perebutan emas belum berakhir. Weeraphon pada kesempatan terakhirnya berhasil mengangkat 205 kilogram dan mengumpulkan total 365 kilogram, sekaligus menempatkannya di posisi teratas sementara.

Rahmat kemudian tampil pada kesempatan berikutnya dengan beban 206 kilogram. Ia berhasil mengeksekusi angkatan tersebut dan mengumpulkan total 366 kilogram.

Tambahan satu kilogram itu membuat Rahmat kembali ke posisi teratas sekaligus memastikan medali emas untuk Indonesia. Weeraphon meraih perak dengan total 365 kilogram, sedangkan Ri Chong Song membawa pulang perunggu dengan total 357 kilogram.

Meski mampu tampil menentukan pada angkatan terakhir, Rahmat mengatakan dirinya tidak benar-benar berada dalam kondisi tenang sepanjang perlombaan.

"Fokus, bukan tenang. Saya deg-degan juga," ujar Rahmat.

Ia mengaku berusaha menghilangkan berbagai pikiran yang dapat mengganggu konsentrasi dan hanya berfokus pada angkatan yang harus dilakukan.

"Enggak bisa jelasin sih, kayak 'klik' (memetikkan jemari tangan), kayak fokus aja, enggak mikir yang lain-lain," kata Rahmat.

Dengan keberhasilan di Aichi-Nagoya, Rahmat kembali mempertahankan gelar juara Asian Games setelah meraih emas nomor 73 kilogram putra pada Asian Games 2022. Di Hangzhou, Rahmat mencatatkan total angkatan 359 kilogram melalui snatch 158 kilogram dan clean and jerk 201 kilogram.