gop-crypto.vip

Putri Swedia tinjau program pemulihan pasca gempa di Lombok Utara

"Pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang aman menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar memulihkan bangunan, melainkan juga memulihkan hak anak atas pendidikan dan memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi risiko di masa depan,"

Lombok Utara (ANTARA) - Putri Mahkota Kerajaan Swedia, Victoria, selaku Duta Kehormatan UNDP (United Nations Development Programme (UNDP) meninjau sejumlah fasilitas umum program pemulihan ekonomi pasca gempa bumi 2018 di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang aman menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar memulihkan bangunan, melainkan juga memulihkan hak anak atas pendidikan dan memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi risiko di masa depan," kata Victoria saat mengunjungi pembangunan SMK Negeri 1 Pemenang Kabupaten Lombok Utara, Sabtu.

Sekolah tersebut dibangun kembali dengan konstruksi tahan gempa melalui Programme for Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstruction Assistance (PETRA), salah satu proyek UNDP untuk pemulihan pascabencana setelah gempa bumi melanda Lombok.

Selain sekolah, proyek yang sama telah membangun kembali 14 fasilitas publik di Lombok, mencakup empat sekolah vokasi, satu puskesmas, dan sembilan puskesmas pembantu, yang menjangkau lebih dari 150.000 warga, ditambah delapan proyek infrastruktur komunitas. 

PETRA juga merekonstruksi sistem air dan irigasi, termasuk instalasi air bersih untuk 600 rumah tangga di Lombok Utara dan saluran irigasi yang menghidupi sekitar 500 keluarga di Lombok Timur.

Putri Mahkota Victoria mendengarkan paparan kepala sekolah mengenai fasilitas sekolah dan berdialog dengan guru serta siswa mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ia menyampaikan duka cita atas masa sulit masyarakat. Namun ia juga kagum melihat kebangkitan warga.

“Saya turut berduka atas kehilangan yang anda alami. Namun sangat luar biasa mendengar kondisi anda saat ini," katanya.

Selain itu, Victoria juga meninjau irigasi di Desa Sajang yang telah dibangun untuk mendukung perpanjangan masa tanam petani.

Arif, Sekretaris Desa Sajang sekaligus Ketua Pengelola Air Kelompok Tani, menjelaskan petani tetap mempertahankan komoditas yang ada. Perbaikan irigasi sepanjang 450 meter di dua titik Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur, sangat membantu.

“Sebelum ada bantuan irigasi, kami hanya bisa tanam 5-6 bulan. Sekarang aliran air stabil sehingga masa tanam lebih panjang. Pasca gempa 2018, UNDP hadir dan memberi semangat baru untuk menata kehidupan,” katanya.

Baca juga: Putri Mahkota Victoria disambut Tenun Sasak dan minuman khas Lombok

Baca juga: Indonesia's Yogyakarta, Australia's Victori aset to extend cooperation

Baca juga: Pegolf Cho Jeongmin merebut pucuk klasemen Indonesia Women's Open 2025

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026