gop-crypto.vip

Putin Ingin Perjalanan Bebas Visa Rusia-Cina Dipermanenkan |Republika Online

“Kami siap bekerja sama untuk membuat rezim bebas visa permanen jika pihak Cina menganggap ini mungkin dan berguna," kata Putin saat bertemu Presiden Cina Xi Jinping di sela-sela Shanghai Cooperation Organization (SCO) Summit di Bishkek, Kyrgyzstan, Senin (31/8/2026), dilaporkan laman kantor berita Rusia, TASS

Menurut Putin, perjalanan bebas visa antara Rusia dan Cina telah menumbuhkan persentase wisatawan di kedua negara sebesar 43 persen pada paruh pertama tahun ini. Dengan demikian, baik Moskow maupun Beijing sama-sama memperoleh manfaat.

Pada 1 Desember 2025, Putin menandatangani dekret untuk memungkinkan warga negara Cina memasuki Rusia hingga 30 hari tanpa visa hingga 14 September 2026 berdasarkan prinsip timbal balik. Sebelumnya, Cina memperkenalkan rezim bebas visa yang serupa untuk warga Rusia. 

Selanjutnya, kedua belah pihak memperpanjang hak untuk masuk tanpa visa hingga akhir 2027. Duta Besar Cina untuk Rusia Zhang Hanhui sebelumnya menyampaikan bahwa penghapusan visa meningkatkan arus wisatawan dari Cina ke Rusia hampir 1,5 kali lipat pada kuartal pertama 2026.

Sementara itu, Xi Jinping menyampaikan bahwa di bawah arahan strategisnya dan Putin, hubungan Cina-Rusia akan semakin erat serta stabil. Dilaporkan laman CGTN, Xi mengatakan bahwa selama kunjungan Putin ke Beijing pada Mei lalu, mereka berdua telah membuat pengaturan agar hubungan bilateral Cina-Rusia lebih strategis dan jangka panjang. 

Tak hanya itu, Xi Jinping menyebut, dia dan Putin mencapai konsensus untuk memperdalam kerja sama kedua negara di berbagai sektor. Selanjutnya Xi menyinggung tentang ketidakpastian global yang kini tengah meningkat.  Dalam konteks tersebut, Xi pun siap bekerja sama dengan Rusia. 

“Cina bersedia bekerja sama dengan Rusia dan ⁠lainnya untuk memperkuat kekuatan yang memimpin reformasi pemerintahan global dan memajukan dunia multipolar yang setara dan teratur,” kata Xi.