gop-crypto.vip

Puncak kemarau di Jabar diprediksi terjadi September-Oktober - ANTARA News Jawa Barat

Bandung (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprediksi puncak musim kemarau sebagai dampak fenomena El Nino terjadi pada awal September hingga Oktober 2026.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan intensitas El Nino tahun ini tergolong sangat kuat dan memiliki kemiripan dengan fenomena yang terjadi pada 1997-1998.

“Tingkat puncaknya (kemarau) ini di awal September dan Oktober nanti. Ini posisi dimana kering-keringnya,” ujar Suaidi di Bandung, Kamis.

Ia mengatakan kondisi kemarau diperkirakan mulai berangsur berakhir pada November 2026, ketika hujan diprediksi mulai turun secara bertahap di sejumlah wilayah.

“Selanjutnya, hasil prediksi BMKG pada bulan November, kita sudah mulai turun hujan sedikit demi sedikit,” katanya.

Suaidi menyebut dampak kekeringan saat ini telah dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Berdasarkan pemantauan di Kabupaten Bogor, Garut, Sukabumi, dan Bekasi, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Khusus di Kabupaten Bogor, kata dia, bantuan pasokan air bersih yang telah didistribusikan kepada masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 7 hingga 9 juta liter.

Suaidi mengimbau pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan cadangan air bersih bagi masyarakat selama periode puncak kemarau.

Selain itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan pertanian karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran dan memperparah kabut asap.

“Untuk masyarakat, dimohon untuk tidak membakar lahan pertanian, sehingga tidak memperparah kabut asap yang ada di Indonesia saat ini. Kemarin saya melihat di dekat Tol Cisumdawu juga ada jejak-jejak pembakaran lahan. Jadi mohon hal itu tidak dilakukan,” ujarnya.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.