gop-crypto.vip

Puncak kemarau, BPBD Ponorogo mulai salurkan air bersih - ANTARA News Jawa Timur

Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mulai menyalurkan bantuan air bersih ke dua lokasi yang terdampak kekeringan seiring meningkatnya kebutuhan air pada puncak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, Senin, mengatakan, dua lokasi yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih yakni SMAN 1 Jenangan dan Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.

"Sejauh ini ada dua permohonan dropping air bersih, yaitu dari SMAN 1 Jenangan dan Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal," katanya di Ponorogo.

Menurut Masun, BPBD terlebih dahulu melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kebutuhan air bersih di lokasi terdampak sebelum menyalurkan bantuan.

Ia menjelaskan SMAN 1 Jenangan hampir setiap tahun mengalami kekurangan pasokan air saat musim kemarau. Kebutuhan air di sekolah tersebut selama ini dipenuhi melalui jaringan Perumda Air Minum dan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), namun debit air belum mencukupi saat aktivitas sekolah meningkat.

"Karena itu kebutuhan air bersih di sekolah harus dibantu melalui penyaluran air dari BPBD," ujarnya.

Sementara itu, kekeringan di Dukuh Bungur telah berdampak pada sekitar 153 jiwa. Sebelum distribusi dilakukan, petugas memeriksa jumlah warga terdampak, kondisi tandon penampungan, serta kelayakan jeriken bantuan.

Masun mengatakan karakteristik sumber air di Dukuh Bungur tidak memungkinkan pembangunan sumur dalam seperti di Desa Duri dan Desa Wates yang hingga kini masih memiliki cadangan air mencukupi.

BPBD akan terus memantau perkembangan dampak musim kemarau di seluruh wilayah Ponorogo. Distribusi air bersih akan diperluas apabila wilayah terdampak kekeringan bertambah.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih segera melapor kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.