Puluhan santri belajar kepemimpinan bersama Wagub Taj Yasin
Puluhan santri belajar kepemimpinan bersama Wagub Taj Yasin
Rabu, 16 September 2026 23:29 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat berdialog dengan para santri Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus di Semarang, Rabu (16/9/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Puluhan santri Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar, mengunjungi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen untuk belajar tentang kepemimpinan.
Para santri itu yang ditemui Wagub Jateng Taj Yasin di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu, berdialog untuk menanyakan berbagai hal tentang kepemimpinan.
Salah satu pernyataan yang disampaikan kepada sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, tentang cara membentuk jiwa kepemimpinan setelah berada di luar pondok pesantren.
Menanggapi hal itu, Taj Yasin menjawab bahwa proses membentuk karakter kepemimpinan tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang serta pondasi spiritual yang kuat.
"Menjadi pemimpin itu ada tahapannya. Seperti teladan Nabi Muhammad SAW maupun Imam Syafi'i, semua melalui proses belajar, mengamalkan ilmu, hingga riyadhah. Di usia adik-adik santri saat inilah pondasi itu dibangun," katanya.
Ia menambahkan kunci utama bagi seorang santri agar mampu menjadi pemimpin yang tangguh di masa depan adalah keistikamahan dalam beribadah dan menjaga nilai-nilai kebaikan.
Dalam kesempatan itu, ia juga merespons pertanyaan mengenai kesiapan lulusan pesantren dalam bersaing di era global serta tantangan pembangunan di Jateng.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jateng terus berkomitmen mendukung akses pendidikan bagi para santri, salah satunya melalui alokasi program beasiswa tingkat perguruan tinggi hingga Ma'had Aly.
"Kami memfasilitasi beasiswa untuk lulusan pesantren, baik yang melanjutkan ke PTN, swasta, maupun Ma'had Aly yang setara S1. Kita ingin santri tidak hanya matang secara ilmu agama, tetapi juga siap bersaing secara akademis dan global," katanya.
Selain itu, Pemprov Jateng terus menyalurkan insentif kepada ribuan pengajar agama di wilayah Jateng sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendidik karakter generasi muda.
Kepala Unit Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Tri Musthofa mengatakan pihaknya mengajak para santri untuk mendatangi tempat-tempat yang berkaitan langsung dengan ilmu yang sedang dipelajari.
"Belajar tidak hanya di kelas. Mereka harus mengembara. Mereka harus pergi ke tempat di mana ilmu itu berasal, sehingga para santri bisa melihat ilmu teraplikasikan dan mendapatkan ilmu secara langsung," katanya.
Kunjungan ke pusat pemerintahan Provinsi Jateng tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi para santri.
"Kami berharap para santri mendapatkan arahan, nasihat, dan wejangan. Mereka merupakan penerus generasi bangsa dan dengan kemampuan-kemampuan yang ada, kami berharap mereka bisa bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.