gop-crypto.vip

PT Suryacipta Swadaya Perkuat Daya Tarik Investasi Asing melalui Kemitraan Strategis dengan UOB

Selasa, 04 Agustus 2026, 16:15 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), semakin memperkuat posisinya dalam menarik investasi asing ke Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Strategic Banking Partnership and Industrial Investment Promotion dengan United Overseas Bank (UOB) pada ajang ASEAN Conference 2026 yang berlangsung di Resorts World Convention Centre, Singapura.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Abednego Purnomo, Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, bersama Harapman Kasan, Wholesale Banking Director UOB. Kesepakatan ini merupakan penguatan kolaborasi yang telah terjalin antara kedua belah pihak sejak 2021, sekaligus memperluas jaringan collaborative marketing PT Suryacipta Swadaya bersama berbagai mitra strategis.

Melalui kesepakatan terbaru ini, UOB dan PT Suryacipta Swadaya akan secara aktif mempromosikan peluang Foreign Direct Investment (FDI) di Subang Smartpolitan beserta layanan perbankan kepada para investor dan pelaku industri di kawasan Asia.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan arah pengembangan bisnis PT Suryacipta Swadaya. Setelah sukses membangun dan mengelola Suryacipta City of Industry di Karawang, perusahaan kini mengembangkan Subang Smartpolitan sebagai kawasan industri generasi berikutnya yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan investasi yang terus bertumbuh.

Abednego mengatakan, “Kami sangat antusias memperluas kolaborasi strategis dengan UOB yang telah menjadi mitra tepercaya kami sejak 2021. Penandatanganan MoU ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam memfasilitasi aliran FDI berkualitas ke Indonesia. Melalui jaringan luas UOB dan posisi Singapura sebagai pusat bisnis di kawasan Asia, kami optimistis dapat memperkenalkan ekosistem industri terintegrasi di Subang Smartpolitan kepada para investor regional, khususnya yang bergerak di sektor manufaktur berteknologi tinggi serta ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang kini menjadi fokus global.”

Langkah strategis ini juga merupakan respons terhadap besarnya potensi industri manufaktur Asia yang terus mencari ruang ekspansi baru. Singapura tetap menjadi salah satu pusat investasi, finansial, dan teknologi utama di dunia. Sinergi antara kekuatan finansial dan teknologi kawasan Asia dengan ketersediaan lahan strategis, konektivitas logistik, serta efisiensi operasional yang ditawarkan Indonesia—khususnya melalui Subang Smartpolitan—diharapkan menjadi kombinasi ideal untuk memperkuat ketahanan rantai pasok manufaktur di kawasan Asia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.