gop-crypto.vip

PSSI mengebut perbaikan Lapangan Sidolig Bandung untuk FIFA ASEAN Cup - ANTARA News Jawa Barat

Bandung (ANTARA) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mempercepat pemulihan kondisi Lapangan Sidolig, Kota Bandung, Jawa Barat, yang disiapkan sebagai salah satu lokasi latihan tim peserta FIFA ASEAN Cup 2026.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan Lapangan Sidolig masih membutuhkan waktu beberapa hari untuk proses pemulihan agar dapat digunakan secara optimal oleh tim peserta.

“Tinggal Sidolig aja perlu waktu. Karena memang kondisinya sebelum-sebelumnya tidak maksimal, ya sekarang kita bantu untuk recovery-nya,” kata Erick di Bandung, Kamis.

Erick menyebut untuk penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026, terdapat tiga lokasi latihan yang digunakan tim nasional peserta Grup B, yakni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.

“Alhamdulillah beberapa tim kemarin sudah latihan di ITB dan hari ini juga sudah akan mulai latihan di sini,” ujarnya.

Ia berharap seluruh tim yang menggunakan lapangan latihan yang disediakan dapat menjalani persiapan dengan baik sehingga mampu menampilkan pertandingan sesuai standar FIFA.

“Mudah-mudahan para tim yang mempergunakan lapangan yang kita sediakan mereka senang, bisa berlatih dengan baik, sehingga ketika nanti saatnya mereka bertanding, mereka dalam posisi memberikan bentuk pertandingan yang memang standar yang diharapkan oleh FIFA,” katanya.

Erick juga memastikan kondisi kualitas lapangan utama Stadion Si Jalak Harupat telah disetujui FIFA dan dinilai dalam kondisi baik sehingga dapat digunakan untuk pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.

“Kita ingin memastikan persiapan di Stadion Si Jalak Harupat ini berjalan seperti biasa. Seperti biasa artinya sudah baik,” ujarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PSSI kebut perbaikan Lapangan Sidolig Bandung untuk FIFA ASEAN Cup

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.